Thursday, June 7, 2018

Dakwah Lewat Tulisan

Semasa SMP, aku dimanja dengan novel-novel karya para anggota Forum Lingkar Pena. Saat itu banyak sekali novel yang dihiasi logo FLP. Semangat  untuk menyampaikan 'sesuatu' lewat tulisan segera menulariku yang saat itu sedang suka-sukanya menulis. Bahkan waktu aku diminta mengisi profil untuk buku tahunan, aku menulis bahwa cita-citaku adalah berdakwah lewat tulisan.

Salah satu sahabatku menertawakan itu.

Aku heran. Kenapa harus tertawa? Apa ada yang aneh? Aku cuma ingin menjadi seperti Bunda Asma Nadia, Bunda Helvy, dan penulis lain yang bisa menyisipkan pesan Islami dalam tulisan mereka.

Semakin besar, aku jadi ragu. Selain karena tipe novel Islami yang booming di masa SMP-ku dulu sudah tidak lagi populer, aku juga meragukan diriku sendiri.

Berdakwah lewat tulisan, bukankah kedengarannya sangat mulia? Dengan ilmu yang minim ini, memangnya aku pantas?

Tapi, membaca status Facebook teman-temanku yang banyak berisi self-reminder sering membuatku ikut merenung. Membaca ulang tulisan lama yang berisi renungan pun membuatku kembali merenung. Jadi kupikir, dibandingkan berdakwah yang terkesan berat dan menggurui, rasanya menulis catatan-catatan seperti itu saja sudah cukup. Minimal saat aku membacanya ulang, aku akan kembali merenung. Lebih bagus lagi kalau ada orang lain yang menganggapnya bermanfaat, apalagi kalau bisa menjadi sebuah amal jariyah.

Aku jadi ingat pernah satu kali memberanikan diri memposting fiksi miniku di grup Komunitas Bisa Menulis. Banyak yang berkomentar bagus, tetapi hampir semuanya menanyakan apa pesan yang ingin disampaikan.

Ah, ya. Aku sempat mengabaikan soal itu. Menulis untuk hiburan saja apa salahnya? Begitu pikirku. Tapi setelah kupikir lagi, meskipun mungkin tidak salah, bukannya aku rugi? Rugi karena mengabaikan kesempatan untuk menaruh sebuah pesan di tulisanku.

Kuharap tulisan-tulisanku selanjutnya bisa memberi sesuatu pada pembaca. Mungkin bukan sesuatu yang berkaitan langsung dengan agama, tetapi paling tidak, kuharap bisa bermanfaat.

1 comment:

  1. Saya juga tak berpikir untuk berdakwah lewat tulisan. Jauh banget.
    Cuma menyamnpaikan hal-hal yang saya tahu. :) Lagian ilmu saya cekak banget untuk urusan dakwah.

    ReplyDelete