Thursday, November 24, 2016

[Review: Novel] The Girl on Paper

Judul                                     : The Girl on Paper
Penulis                                 : Guillaume Musso
Penerjemah                       : Yudith Listiandri
Penyunting                         : Selsa Chintya
Proofreader                       : Titish A. K.
Design cover                      : Chyntia Yanetha
Penerbit                             : Spring
Terbit                                    : September 2016
Tebal                                     : 448 hlm.
ISBN                                      : 978-602-74322-4-6

Blurb:
Gadis itu terjatuh dari dalam buku.

Hanya beberapa bulan yang lalu, Tom Boyd adalah seorang penulis miliarder yang tinggal di Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore. Namun, setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya, menderita writer’s block parah, dan tenggelam dalam alkohol dan obat terlarang.

Suatu malam, seorang gadis asing yang cantik muncul di teras rumah Tom. Dia mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang terjatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak dalam buku terakhir Tom.

Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Jika Tom mau menulis novel agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali.

Tidak ada ruginya, kan? Iya, kan?


*

Novel yang satu ini dibuka dengan unik. Diisi dengan potongan-potongan surat kabar tentang Tom dan Aurore, penulis novel ini berhasil merangkum hubungan Tom dan Aurore tanpa perlu menambah tebalnya halaman buku. Disertai dengan email-email dari para pembaca novel Tom dari seluruh dunia, pembaca The Girl On Paper bisa merasakan bahwa novel trilogi karya Tom tak ubahnya seperti Harry Potter.

Kisah novel ini dimulai dengan Milo, sahabat sekaligus agen Tom, yang berusaha mengembalikan Tom dari keterpurukan dan kecanduan obat-obatan. Milo berharap Tom bisa kembali menulis. Demi pembacanya. Dan juga demi keuangan mereka yang ada di ujung tanduk.

Meski syok mengetahui kondisi keuangannya, Tom tetap bersikeras bahwa ia tidak bisa menulis. Sampai seorang gadis tiba-tiba muncul di rumahnya dan mengaku sebagai Billie, salah satu karakter dari novelnya yang jatuh ke dunia nyata.

“Aku terjatuh dari sebuah baris, di tengah kalimat yang belum selesai.” (hlm 69)

Di buku ini banyak bertebaran quote bagus, baik dari penulisnya sendiri maupun quote lain yang selalu ada sebagai pembuka bab.

Selain quote, buku ini juga 'padat berisi'. Banyak informasi yang tertuang di sana. Tentang dunia penerbitan, buku-buku, musik, brand terkenal, makanan khas per daerah, bookcrossing, dan lain-lain.

Bukan cuma itu, novel ini juga menceritakan beberapa orang yang ada di luar lingkaran para tokoh utama, yang kisahnya nggak terlalu penting, menurut saya. Keberadaan mereka penting, tapi kadang terasa terlalu mendetail, jadi agak bosan. Bukan salah penulisnya sih, tapi dari dulu saya kurang suka deskripsi yang terlalu panjang.

Ada hal yang menarik tentang novel ini, yaitu tentang cewek yang mengaku bernama Billie dan mengaku jatuh dari buku. Sebelum baca novel ini, sebelumnya saya baca dua review yang bilang bahwa buku ini bukan bergenre fantasi.

Wah?

Sambil baca, saya mencoba menerka akhirnya. Saya membuat beberapa analisis dan perkiraan akhir buku tentang bagaimana cerita kedatangan Bilie. Tapiii...dengan pintarnya penulis mematahkan teori-teori yang saya bayangkan. Sampai menjelang akhir, saya masih belum bisa menemukan bagian yang menunjukkan bahwa Billie bukanlah tokoh fiksi. Malah makin ke akhir, pembaca dibuat makin yakin bahwa Billie jatuh dari buku!

Kalau ada hal yang saya sayangkan di novel ini, itu adalah ada beberapa adegan nudity.

Awalnya saya kira target pembaca buku Spring lebih ke remaja, ternyata young adult ya? Tom usianya di atas tiga puluhan kan? Billie sih malah 25/26. Selain itu, tema yang diangkat juga cukup berat. Obat-obatan, selebritas, geng kriminal, percakapan-percakapan yang mengarah ke sexual harassement... Yah, semoga saja nggak ada anak di bawah umur yang baca.

Overall, novel ini bagus. Dan berisi banyak sindiran juga untuk para penulis. Mudah sekali mengaitkan Tom dengan diri sendiri karena banyak pandangan yang sama (tentang menulis). Bedanya, Tom udah jadi penulis terkenal, saya mah cuma apa atuh. Hehe....

Rating: 4/5

No comments:

Post a Comment