Wednesday, November 2, 2016

Demonstrasi

4 November 2016 rencananya akan ada demo besar-besaran untuk menuntut agar Ahok dihukum atas kata-katanya yang menginggung umat muslim.

Perihal demo, jujur aja, dari dulu saya kurang suka aksi demo. Kenapa? Karena panas-panasan, desak-desakan (biasanya cewek-cowok campur pula), dan alasan yang paling utama adalah rawan. Waktu kuliah, sempat sih pengen ikutan demo. Ya namanya mahasiswa, idealis, maunya mengubah ini itu dengan demo. Sempat pengen banget ikutan, tapi dilarang orangtua karena mereka khawatir. Wajar, demo memang gampang dibuat rusuh.

Setelah lewat masa-masa pengen ikut-ikutan, saya kembali males lagi sama demo. Karena, kebanyakan nggak ada pengaruhnya. Gimana dengan reformasi 98? Harus diakui, reformasi tahun 98 berhasil salah satunya berkat gerakan para mahasiswa. Tapi berapa banyak nyawa yang harus dikorbankan? Gimana dengan kerusuhan yang menyusulnya? Berapa banyak kerugian harta? Berapa banyak orang yang trauma? Siapa yang bertanggungjawab atas munculnya sentimen suku dan agama?


Betul bahwa aksi tanggal 4 November nanti akan diikuti oleh banyak ustadz. Betul bahwa tujuan mereka hanya menuntut agar Ahok dihukum atas kata-katanya. Tapi diperkirakan massa yang bergerak akan sangat banyak. Bahkan dari berbagai daerah lain, bukan cuma Jakarta.

Dengan massa yang banyak, siapa yang bisa menjamin bahwa semuanya akan bersikap baik? Siapa yang bisa menjamin bahwa nggak akan ada provokator yang menyusupi?

Kekhawatiran bahwa aksi nanti akan rusuh tentu ada. Saya percaya, para ustadz akan berusaha menjaga massa yang mereka bawa agar tetap tenang dan kondusif. Tapi sekali lagi, mampukah para ustadz menjaga SEMUA peserta yang diperkirakan akan membeludak? Mampukah memastikan bahwa jika ada provokator yang menyusup, massa mereka tidak akan terprovokasi?

‘Kaum minoritas’ merasa cemas. Khususnya yang merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen. Mereka khawatir aksi ini akan menyebabkan sentimen yang lebih parah terhadap keturunan Tionghoa, khususnya yang beragama Kristen. Saya ingin sekali menyampaikan pada mereka bahwa mereka tidak perlu khawatir karena kami tidak sentimen pada mereka. Kami hanya ingin Ahok diproses hukum, tidak ada hubungannya dengan para keturunan Tionghoa dan umat Kristen lain yang tidak menjelek-jelekkan agama Islam. Tapi, saya tidak bisa memastikan siapa saja yang termasuk dalam ‘kami’. Orang-orang yang sentimen itu saya yakin pasti ada, meski cuma sedikit. Tetapi, walau sedikit, bagaimana kalau mereka melakukan tindakan bodoh atas nama mayoritas?

Kalau pun tidak sampai berbuntut sentimen suku dan agama, saya harap jangan sampai juga bentrok dengan petugas. Mereka hanya bekerja, sesuai tugas. Mayoritas mereka juga muslim. Kalau pun ada yang non muslim, mereka tetap dilindungi agama selama tidak memusuhi Islam. Jangan sampai ada korban jiwa, dari pihak mana pun.

Semoga kekhawatiran saya tidak terbukti. Semoga tidak ada yang tersulut provokator, baik dari pihak pendemo maupun polisi. Semoga aksi berlangsung damai sesuai dengan niatnya dan membuahkan hasil. Semoga tidak sampai memicu kerusuhan di hari-hari setelahnya. Aamiin.

No comments:

Post a Comment