Friday, October 7, 2016

Sudut Pandang

Beberapa waktu yang lalu, netizen sempat dihebohkan dengan status yang viral ini:


Mungkin kalian pernah baca. Nah, gimana tanggapan kalian baca status di atas? Dari yang Ru liat, seenggaknya ada 3 reaksi umum orang yang baca status ini:

1. Mencemooh si istri yang milih sibuk milih baju. Dibilang si istri ini nggak bisa jagain suaminya. Masa enak-enakan belanja dan malah biarin suaminya jaga anak.

2. Menghina si pembuat status, mengatakan si penulis status ini kurangajar dan kegatelan. Masa suami orang diincer.

3. Memakai status ini buat nyindir istrinya. Biasanya ini para bapak yang ngerasa kurang diperhatiin sama istrinya.

Padahal ya, padahal, kita nggak tau kejadian sebenernya gimana kan? Coba kita reka adegan yang mungkin terjadi dari sudut pandang tiga orang ini (Suami, Istri, dan Si Pembuat Status).



Sudut Pandang Suami
Istriku kasihan. Cantik-cantik tapi bajunya udah pada lusuh semua. Mana kelihatannya capek. Aku sebagai suami yang baik hati pun berinisiatif mengajaknya belanja supaya dia senang dan bisa berlibur sedikit.
"Mama cari baju aja yang mama suka. Anak biar papa yang jaga," kataku.
"Tapi, Pa. Anak kita belum makan. Nanti repot lho nyuapinnya," kata istriku.
"Nggak apa-apa kok, Ma. Sesekali kan papa juga mau ngerasain nyuapin anak," kataku dengan senyum charming penuh bunga-bunga. Pastinya istriku meleleh.


Sudut Pandang Istri
Hari ini aku diajak shopping sama suamiku yang super ganteng. Alhamdulillah, punya suami ganteng dan perhatian.
"Mama cari baju aja yang mama suka. Anak biar papa yang jaga," kata suamiku saat kami sampai di mall.
"Tapi, Pa. Anak kita belum makan. Nanti repot lho nyuapinnya," kataku ragu. Suamiku kan jarang-jarang bantu nemenin anak. Dia belum tahu repotnya nyuapin anak yang suka lari-lari kelilingan.
Di luar dugaan, suamiku malah menggeleng, "Nggak apa-apa kok, Ma. Sesekali kan papa juga mau ngerasain nyuapin anak," katanya sambil tersenyum cakep banget. Iya, aslinya udah cakep sih. Cakep terus perhatian lagi. Gimana aku nggak bersyukur?


Sudut Pandang Si Penulis Status
Hari ini ngemall sama temen gank. Sayang banget bukan sama pacar, abisnya nggak punya pacar sih. Eh, tapi aku nggak tertarik juga sih buat punya pacar. Mendingan juga langsung punya suami. Maunya yang kayak...
MasyaAllah! Itu kok ada cowok ganteng lagi nyuapin anaknya? Aaaaa!! Mauk dong satu yang kayak gitu!
Oh... Ada istrinya ya lagi milih baju? MasyaAllah! Baik banget itu suami mau ngurusin anak sementara biarin istrinya belanja.
Ada lagi nggak ya yang kayak gitu? Kalo nggak ada, pengen nyamperin dia buat minta dinikahin! Hihihi... *ngimpi*



Yah... Ehem. Itu cuma bayangan Ru. Tapi siapa tau sejenis itu. Ehehehe...

Intinya, beda sudut pandang bisa beda pemahaman. Sementara tiga tokoh utama kita nggak ngerasa punya masalah, pembaca status yang budiman bisa melihat dari sudut pandang lain: sudut pandang bermasalah.

Buat golongan nomor 1, ingatlah bahwa belum tentu si istri nggak peduli sama suaminya. Bisa jadi suaminya yang memaksa supaya istrinya bahagia.
Buat golongan nomor 2, jangan terlalu keras. Bisa jadi si penulis cuma bercanda di tengah kekagumannya liat suami yang kayak gitu. Mengkhayal, tapi toh dia nggak serius mau ngerusak rumahtangga orang kan?
Buat golongan nomor 3.... Wahai Bapak-bapak yang terhormat, sebaiknya jangan nyindir istri di media sosial. Nanti bermunculan orang-orang yang berkesimpulan, "Oh, istri si anu kayak gitu toh..." Kalaupun emang bener, nggak etis gitu lho. Mending omongin baik-baik. Kalo nggak bener, hati-hati pulangnya nggak bisa masuk rumah lho! Hehe...

No comments:

Post a Comment