Wednesday, October 19, 2016

[Review: Film] Grasshopper

Hari ini masih belum dapet feel nulis fiksi. Entah kenapa males banget nulis fiksi. Padahal ide numpuk. Mau nulis malam narasi jadi fanfic tentang Semi juga, tapi mood beneran nggak ada. Jadi, karena tadi Ru abis nonton film Grasshoppers, Ru mau nulis reviewnya aja. Bebas spoiler kok, sepertinya....



Film ini bercerita tentang seorang cowok bernama Suzuki (Ikuta Toma) yang kehilangan tunangannya, Yukiko, di malam Halloween. Yukiko menjadi salah satu korban penabrak gila yang sengaja menabrakkan diri di tengah-tengah pejalan kaki yang menyeberang di perempatan Shibuya. Iya, perempatan yang super duper ramai itu.

Si penabrak gila ini sebetulnya diperalat oleh salah satu bandar narkoba. Katanya sih untuk mengontrol laju penjualan narkoba? Tapi apa hubungannya bisnis narkoba dan kasus penabrakkan secara random? Entahlah... Atau mungkin ada hubungannya tapi Ru kurang fokus nontonnya?


Abaikan soal narkoba tadi, selanjutnya ada adegan Suzuki pergi ke perempatan itu untuk mengenang(?) kematian tunangannya. Sedang serius memperhatikan darah di jalanan, tiba-tiba ada secarik kertas jatuh di depannya. Isinya (kurang lebih): Pelaku sebenarnya orang lain. Selidiki ayah-anak Terahara.

Skip, adegan berikutnya Suzuki menawarkan obat kecantikan di tengah jalan. Tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggilnya 'sensei' dan berlagak sok kenal sok dekat. Kebetulan atasan Suzuki (perempuan) melihat adegan itu. Dia sempat memarahi Suzuki karena Suzuki nggak becus sebagai sales dan akhirnya mengajak perempuan yang menyapa Suzuki ke kantor(?) mereka. Ternyata sebelumnya si Suzuki kerja sebagai guru. Ru awalnya gagal paham apa maksudnya kerjaan Suzuki yang sebelumnya (guru) kok rasanya penting banget dibahas. Rupa-rupanya tempat si Suzuki kerja sekarang (jual obat & minuman kecantikan) itu perusahaan milik Terahara dan Suzuki sengaja berhenti jadi guru untuk kerja di sana dengan tujuan balas dendam.

Saat Suzuki akhirnya bisa bertemu langsung dengan Terahara-anak yang bernama Junior, tahu-tahu si Junior mati didorong orang, di depan mata Suzuki dan atasan Suzuki. Sempat syok, akhirnya atasan Suzuki memerintahkan Suzuki ngejar orang yang mereka yakini sebagai 'pendorong'.

Di lain pihak, ada dua orang pembunuh bayaran yang disewa Terahara. Awalnya Terahara menyewa Kujira, seorang jisatsuya alias pembunuh bayaran yang ahli membuat korbannya bunuh diri, untuk menghabisi orang-orang yang mengganggu bisnis Terahara. Tapi kemampuan Kujira yang membuat orang bunuh diri dengan cara mengingat dosa-dosa mereka membuat Kujira biasanya menjadi 'tempat curhat' para korbannya sebelum mati. Karena itu, menurut Terahara, Kujira terlalu banyak tahu dan perlu disingkirkan. Akhirnya Terahara pun menyewa Semi (Yamada Ryosuke) sang ahli pisau lewat agennya, Iwanishi, untuk membunuh Kujira.
*

Oke, komen Ru: film ini terkesan absurd. Hm.... Gimana ya? Selesai nonton filmnya sih alur ceritanya jadi bisa dimengerti (kecuali mungkin satu bagian absurd menjelang akhir), cuma kayak ada yang berlubang di hati... Halah. Iya, jadi kayak, kita ngerasa ini film cerita aslinya bagus, aktingnya bagus-bagus, alurnya juga bisa ditangkep, tapi kurang memuaskan gitu. Mungkin karena rasanya kayak banyak hal-hal keren yang terpaksa dibuang?

Well, kalo buat Ru yang suka Juvenile Remix sih salah satu yang paling disayangin pastinya kurangnya eksplorasi karakter pendukung. Bahkan kayaknya karakter yang diketahui (disebut) namanya di cerita ini cuma Suzuki, Semi, Kujira, Iwanishi, Yukiko, sama Terahara. Bahkan nama atasannya Suzuki yang terus muncul di layar kayaknya nggak disebut. Atau Ru kelewat?

Di luar karakter, ya pendukung ceritanya juga kayak diceritain di akhir doang demi menjelaskan inti cerita. Ibaratnya kalo berbentuk novel kayak kalian bikin cerita berat, terus diselesein dengan apik tapi penuh tanda tanya, terus tanda tanya itu dijawab di epilog pake metode show.

Er... Perumpamaannya nyambung nggak sih? Pokoknya begitulah.... Kurang puas.

Dan lagi, hubungan Suzuki sama Semi-Kujira sebetulnya nggak ada. Kesannya kayak Semi dan Kujira itu cuma karakter tambahan yang bikin cerita jadi keren ada action-actionnya. Kalau karakter mereka dibuang, rasanya cerita Suzuki nggak bakal berpengaruh banyak. Tapi Semi-Kujira kayak ngambil setengah bagian dari film ini. Jadi, kayak ada dua (atau bisa disebut tiga?) cerita yang kebetulan titiknya ketemu di Terahara ini. Makanya film terasa absurd.


Film ini diangkat dari novel "Grasshopper" karya Isaka Kotaro-sensei. Isaka-sensei juga kerjasama sama seorang komikus untuk buat komik berjudul Juvenile Remix, yang di dalemnya juga sempet muncul Semi, Kujira, Iwanishi, Asagao, dan Suzumebachi; karakter-karakter yang ada di film ini. Tapi ternyata Grasshopper ini sebetulnya 'nggak berhubungan' sama Juvenile Remix. Tepatnya, Juvenile Remix adalah cerita yang dibuat Isaka-sensei dengan menggabungkan unsur di cerita Grasshopper dengan novel beliau yang lain yang berjudul Maoh.

Sekarang komentar tentang para karakter dan pemerannya:
1. Suzuki (Ikuta Toma): Toma sukses banget meranin Suzuki yang agak culun di sini meskipun buat Ru sendiri karakter Suzuki nggak gitu menarik.

2. Semi (Yamada Ryosuke): agak waswas awalnya pas tau kalo karakter favorit Ru ini dimainin sama Yamada. Apa Yamada bisa dapetin imej Semi yang berisik, 'gila', tapi juga kekanakan? Dan ternyata, iya, dia bisa. Aktingnya bisa dibilang memuaskan. Maaf sempat meragukanmu, Yamyam.

3. Kujira: Ru sebetulnya lupa gimana karakter Kujira di manga Juvenile Remix, yang Ru inget cuma menurut Ru dia ini salah satu karakter keren. Dan pemeran Kujira ini meski nggak sekeren desain karakter di Juvenile Remix tapi tetep bisa bikin Ru ngeliat dia sebagai orang keren.

4. Iwanishi: Ru juga agak lupa gimana tepatnya sifat Iwanishi di Juvenile Remix atau Waltz, tapi berdasarkan ingatan Ru itu, kayaknya Iwanishinya lumayan mirip. Cuma kok ya kayaknya sikapnya terlalu manis ke Semi? Padahal seinget Ru si Iwanishi kayak sok cuek gitu sama Semi. Cuek-cuek sayang gitu.

5. Asagao: Salah satu karakter favorit Ru di Juvenile Remix. Di film ini dia nggak disebut namanya sih. Cuma disebut 'pendorong'. Komentar Ru: pemerannya kurang keren. #plak

6, Suzumebachi: Salah satu karakter yang muncul di Juvenile Remix juga. Di film ini imejnya beda sama di Juvenile Remix. Ru nggak terlalu suka karakter dia di Juvenile Remix, tapi di sini dia keren. Hahaha....


Komentar lain:
- Adegan berantem dengan efek darahnya cukup keren
- Adegan Iwanishi marahan sama Semi, kayaknya sempet ada juga di komik Waltz, tapi di sini terlalu ujug-ujug. Mungkin karena durasi filmnya terbatas dan marahannya mereka diperlukan untuk adegan selanjutnya, jadi dipaksain. Tapi kesannya Iwanishi dan Semi kayak lagi sama-sama PMS sampe-sampe marahan cuma gara-gara hal kecil doang. -__-

Kasih rating berapa ya? Hm... 3/5 kali ya...

No comments:

Post a Comment