Tuesday, April 12, 2016

Movie Script Blog Tour Episode 13 - Sang Mata-mata

Ada yang baru nih di OWOP!  Jreng.. Jreng..  Ini dia; Movie Script Blog Tour OWOP.
Kami bukan orang pro yang udah bisa bikin script,  tapi kemauan belajar kami tinggi.  Kalo ada salah-salah dalam penulisan skrip film ini, mohon dimaklumi.. ^^

Ikuti tiap episodenya ya! 

Episode 1: Terkuncinya Para Pengunci -  Annisa Fitrianda Putri
Episode 2: Permainan(Akan) Dimulai -  Dini Riyani
Episode 3: Detik-Detik Kematian Radian -  Said Al Khudry
Episode 4: Para Artemis dan Orion Mereka -  Nadita Zairina
Episode 5: Friend Or Foe -  Nana
Episode 6: Menebak Teka-Teki Langit - Evnaya Sofia
Episode 7: Dibalik Rasi Bintang Orion -  Zu
Episode 8: Tragedi Mawar Putih -  Kiki
Episode 9: Genosida! -  Mister Izzy
Episode 10: Radian dan Dru -  Cici
Episode 11: Kenangan Dan Tantangan -  Deasy
Episode 12: Dru, Dan Hilangnya 'Mawar Putih' - Zahida Nayra

Kali ini saya, Ruru, yang akan menuliskan Episode ke 13.

Cerita sebelumnya:

Map berisi file 'Mawar Putih' yang didapatkan oleh Rei dan kawan-kawan hilang bersamaan dengan hilangnya Wijaya. Sementara itu GPS sudah menunjukkan bahwa waktu yang tersisa hanya tinggal 15 menit lagi hingga tabung selanjutnya meledak.

---

INT. Ruangan serba putih

Dru: (membuka mata perlahan)

Mar: Kau sudah sadar?

Dru: (menoleh, melihat Mar duduk di sisi ranjangnya) Margaretha! Kau ada di si...? Ukh... (memegangi kepalanya)

Mar: Jangan bergerak dulu. Beristirahatlah. (menahan lengan Dru)

Dru: .... Ini di mana?

Mar: Masih di markas Mr. Locked. (senyum tipis)

Dru: Apa?! (bingung) Kau!! Jangan-jangan kau adalah mata-mata?! (ingin bangun, tapi tidak bisa karena masih merasa lemas)

Mar: (senyum tipis, lembut) Mungkin kau bisa menyebutku begitu.

Dru: Kenapa?? Jadi kau memilih untuk membantu Al??

Mar: (berdiri) Sebaliknya, Dru. Al yang membantuku. Membantu kami. (berjalan menuju pintu)

Dru: (membelalak) Kau pengkhianat!! Sejak awal kau berpihak pada Mr. Locked!!

Mar: (menoleh dan kembali tersenyum tipis)  Nanti kau akan berterima kasih pada kami, Dru. Beristirahatlah. Jangan khawatirkan apapun. (keluar, pintu tertutup)

Dru: Mar!! Sialan kau!! (berusaha bangkit tapi lagi-lagi gagal)


CUT TO
INT. Mobil

Rei: (duduk di kursi depan, sisi sopir) Tsk! Mereka benar-benar merepotkan.

Joe: (menyetir) Jangan protes terus. Bersyukurlah kita dekat dari rumahku dan ada mobil yang menganggur.

Cyn: (di kursi belakang dengan Em) Tapi kita tidak perlu membawa apapun kan? Maksudku, map yang dibawa Om Wijaya itu misalnya?

Rei: Si Wij memang brengsek. Tiba-tiba menghilang. (kesal) Tapi sejak awal kita tidak diminta membawa apapun kan? Kurasa  tidak ada masalah.

Cyn: Aku makin bingung. Apa sebenarnya tujuan mereka? Baik ‘Pengunci’ maupun orang yang menangkapi para pengunci ini sama-sama membingungkan. (memijat kepala)

Em: (diam dengan wajah pucat. Terus menatap timer yang berjalan)

Joe: (melirik Em dari kaca tengah) Apapun itu, kita akan mengetahuinya jika kita berhadapan langsung dengan mereka. Pegangan, Teman-teman. Aku akan menambah kecepatan.


CUT TO
INT. Lorong markas Mr. Locked

Al: (melambai dengan senang) Mar! Kapan kau sampai?

Mar: (senyum) Baru saja. Ada sedikit kehebohan di markas para pengunci karena para Artemis membuka map mengenai Mawar Putih. Aku menggunakan celah itu untuk keluar.

Al: (tertawa keras) Mereka mendapatkan akses ke dokumen rahasia? Bisa kubayangkan kehebohan di sana.

Mar: Wij sepertinya lalai. Atau sengaja membiarkan mereka menemukannya, entahlah.

Al: (tertawa semakin keras) Sejak dulu ia memang tolol. Ia pasti akan mendapatkan masalah besar dari Penggagas.

Mar: (mengangkat bahu)

Al: Ngomong-ngomong, apa kau bertemu dengan Dru? (penasaran)

Mar: Ya. Kondisinya kelihatan sangat gawat, sehingga ia dipindahkan lebih awal.

Al: (berdecak kesal) Sudah kuduga. Padahal si Boss bisa menunggu beberapa menit lagi. Kalau begini tempo permainan akan berantakan.

Mar: Ia hanya terlalu khawatir, Al. Itu wajar.

Al: Aku juga mengkhawatirkanmu….

Mar: (senyum tipis) Terima kasih. Tapi aku akan baik-baik saja. Sekarang aku akan menemui Mr. Locked. Kau bisa kembali menjaga para Orion. (melanjutkan jalannya)

Al: (menggenggam lengan Mar, wajah serius) Aku serius. Penggagas bisa jadi lawan yang berbahaya. Kalau kau sampai tertangkap….

Mar: (senyum) Kau tidak perlu khawatir. Dan…terima kasih mau menemaniku sampai ke sini, Al. (melepaskan tangan Al dengan lembut dan kembali berjalan menuju ruang Mr. Locked)


INT. Ruang Mr. Locked
SFX. Suara pintu terbuka

Mr. Locked: (tanpa menoleh) Bagaimana kondisi Dru?

Mar: (memasuki ruangan) Ia sudah sadar, walaupun masih lemah. Sekarang ia belum bisa bangkit dari ranjangnya, tetapi untuk berjaga-jaga, aku mengunci pintu ruangannya.

Mr. Locked: (mengangguk) Para Orion yang lain?

Mar: Di tempat yang aman, sesuai rencana.

Mr. Locked: (mengangguk lagi) Bagus. Sepertinya tak lama lagi para Artemis akan datang.

Mar: … (terlihat ragu sebelum memberanikan diri bertanya) Anda tidak menemui Radian?

Mr. Locked: (diam sejenak) Akan ada saatnya nanti.

Mar: (diam, terlihat sangat ragu)

Mr. Locked: Suruh Al bersiap menyambut para Artemis. Aku akan menyusul.

Mar: Baik, dr. Bram. (kembali undur diri)


CUT TO
EXT. Depan sebuah gedung bergaya modern yang sepi

Rei, Joe, Cyn, Em: (menatap gedung dengan wajah tegang)

Cyn: Kalian yakin ini tempatnya?

Joe: Kalau melihat GPS, 100% yakin.

Em: (menelan ludah) A-ayo masuk.

Joe: (meremas bahu Em) Ayo. Kita tolong ibumu.

Joe, Cyn, Em: (mendekati pintu)

Rei: (mengamati gedung dengan seksama)

Cyn: Rei! Cepat!

Rei: (menoleh, mengikuti ketiganya) Comin'…

----

Bersambung…

Tunggu episode selanjutnya di blog Kenti.

4 comments:

  1. YAH KOK BERSAMBUUUUUUUUUUUNGGGG??
    *digetok*

    Sumpah ekeh lagi seru-serunya baca, eh bersambung xDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakak. Kan biar yang lain kebagian.

      Delete
  2. Romance Joe-Em, dpt.
    Eaa...ada margareth juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong. Kan ambisi, bikin AlMar :p

      Delete