Wednesday, January 13, 2016

Dear 'Atasan', Anda Seharusnya Nggak Melakukan Ini

Kemaren Ru tiba-tiba inget sama tulisan lama tentang admin. Judulnya "Susahnya Jadi Admin". Tulisannya bisa dibaca di sini. Jadi kepikiran buat nulis tulisan serupa, tapi kali ini bukan tentang admin, melainkan 'atasan' alias 'pemimpin' secara umum. Secara umum maksudnya bukan cuma orang-orang yang disebut 'ketua', tapi juga orang-orang yang berada di posisi atas suatu organisasi atau semacamnya. Mungkin ada baiknya baca tulisan tentang admin tadi dulu, soalnya tulisan itu juga bisa diterapkan secara umum sih, bukan cuma untuk admin doang.

Okay, mari kita mulai membahas tentang hal-hal apa yang sebaiknya nggak dilakukan oleh seorang atasan.

1. Bercanda saat situasi panas
Saat kamu jadi atasan, kemungkinan kamu bakal menemukan situasi-situasi panas. Saat situasi sedang panas, penting bagi kamu untuk mendinginkan suasana. TAPI, jangan dengan cara bercanda. Kecuali kalau kamu kenal dekat dengan orang yang lagi panas dan tahu persis kalau dia bisa lebih adem setelah diajak bercanda.

Kenapa? Karena saat orang lagi panas dan malah diajak bercanda, kemungkinan besar orang itu malah bakal makin panas, ngerasa ga dianggap serius. Jadi, cara menenangkan yang baik ya dengan menanggapi sebaik mungkin, minta kedua pihak menjelaskan bagaimana masalahnya, lalu TAWARKAN SOLUSI.



2. Menghindari masalah
Yang ini masih ada hubungannya sama poin satu. Saat ada masalah internal, lalu nggak dibahas dengan baik, masalah nggak akan pernah clear. Cuma bilang 'mendingan kita tenangkan diri, jangan emosi' mungkin sesaat bisa bikin orang-orang lebih tenang dan istighfar, tapi jangan lupa kalo masalahnya belum selesai hanya dengan menenangkan diri.

Perjelas apa penyebab masalah, bagaimana cara menyelesaikannya, dan yang paling penting: bagaimana agar masalah serupa nggak terjadi lagi.

Masalah sekecil apapun kalau dibiarin gitu aja bakal menumpuk dan akan ada saatnya meledak. Jadi, selalu selesaikan masalah, sekecil apapun!


3. Mengerjakan semuanya sendirian, padahal punya bawahan
Ini biasanya tipikal atasan yang nggak percaya sama bawahannya. Di beberapa waktu, mungkin bawahan bakal ngerasa terbantu, tapi kalau terus-terusan, lama-lama bawahan bakal ngerasa nggak ada gunanya. Bisa jadi sakit hati karena kesannya nggak dipercaya. Pintar-pintarlah liat potensi bawahan dan manfaatkan potensi mereka sebaik mungkin.


4. Melepaskan bawahan begitu saja tanpa instruksi
Bawahan selalu butuh komando. Sekreatif apapun dia, akan ada masanya dia butuh persetujuan atau minimal tanggapan dari atasan. Kalau atasan menyerahkan semuanya pada bawahan tanpa instruksi apapun, lama-lama bawahan akan bingung karena dia terus bertanya-tanya, sebetulnya batas wewenang saya sampai mana sih? Kalau udah begitu, si bawahan jadi dilemma, mau maju takut dianggap nggak punya wewenang, tapi kalau dia nggak maju, nggak ada yang maju juga di atasnya.


5. Memutuskan sesuatu secara sepihak
Atasan memutuskan sesuatu secara sepihak, biasanya disebabkan oleh poin nomor 3. Dia kerjain semuanya sendiri, mungkin nggak percaya sama bawahannya, terus akhirnya memutuskan sendiri. Ini hal yang sangat amat nggak etis sekali banget (iya, intinya banget kuadrat lah).

Sebetulnya sih, bukannya nggak boleh. Ada masanya atasan mikir banyak hal dan akhirnya TERPAKSA memutuskan tanpa berunding dengan bawahannya lebih dulu. Tapi, kalaupun terpaksa seperti itu, ada caranya supaya bawahan nggak ngerasa tersinggung: Sampaikan dengan jelas alasan kamu harus mengambil keputusan seperti itu, lalu minta pengertian dari para bawahan yang dipaksa menurut secara baik-baik.


6. Tidak menanggapi saran/pendapat/pertanyaan orang dengan serius
Orang memberi saran, pendapat, dan pertanyaan untuk ditanggapin. Terutama pertanyaan. Kalau ada yang bertanya, orang yang bersangkutan harus jawab dengan jelas. Jangan diulur-ulur terus, bikin orang sebel. Kalaupun butuh waktu untuk menjawab, pastikan berapa lama, biar orang nggak ngerasa dikasih harapan palsu terus.

Tentang saran dan pendapat, kamu punya hak buat menerima maupun menolak. Tapiiii, tetep harus ditanggapi dengan serius. Awalnya bisa dengan bilang makasih dan bilang akan mempertimbangkan, lalu kalau ternyata sarannya nggak bisa dipake, ada baiknya bilang langsung ke orang tersebut. Kalau emang dirasa perlu, jelasin kenapa kamu nggak bisa mengikuti sarannya.


7. Bersikap lembek
Kamu atasan, kamu punya aturan. Jangan bersikap lembek pada orang-orang yang jelas-jelas keluar dari jalur. Kalau sekali dibiarin, lama-lama orang itu bisa merasa berkuasa. Itulah pentingnya membuat batas hak-kewajiban-wewenang dan aturan di awal.



---
Sebetulnya mungkin ada beberapa hal lainnya, tapi Ru udah ngantuk dan udah mulai nggak fokus nih kayaknya. Kalo ada tambahan lagi, nanti Ru edit.
Ngomong-ngomong, sekali lagi, silakan baca "Susahnya Jadi Admin" untuk yang mau baca lebih banyak. Soalnya yang udah Ru tulis di situ nggak Ru tulis lagi di sini.

No comments:

Post a Comment