Tuesday, September 8, 2015

[Cerita Mini] Toilet

Begitu membuka pintu, kedip-kedip lampu menyambutku. Rupanya salah satu lampu di toilet itu sudah akan segera tamat riwayatnya. Aku menelan ludah. Toilet kosong begini, kondisi lampu seperti itu membuat suasana jadi terasa horor saja. Tapi aku kan sudah biasa ke toilet sendirian, jadi harusnya tidak ada masalah sama sekali.

Aku berjalan ke salah satu bilik dan membuka pintunya. Iih! Tisu kok berantakan begitu? Jorok. Siapa yang buang tisu sembarangan di dalam bilik sih?

Mengernyit, aku memutuskan untuk menggunakan bilik sebelahnya saja, tetapi kondisinya sama. Heran. Kenapa toilet kantor tiba-tiba jadi jorok begini? Biasanya toilet selalu bersih.



Kali ini sambil geleng-geleng kepala, aku membuka pintu bilik ketiga. Bilik terakhir yng tersisa. Kalau yang ini juga kotor, harus kubatalkan deh niatku. Mungkin turun satu lantai untuk mencari toilet lain. Tetapi syukurlah, toilet yang terakhir ini bersih.

Aku segera masuk ke dalamnya dan menyadari bahwa toilet itu tepat di bawah lampu yang nyaris kehabisan nyawa. Menyebalkan, selain pusing, suasana jadi makin horor kan! Tapi aku bukan pengecut, jadi aku berusaha cuek saja.

Saat aku tengah memenuhi penggilan alamku, tiba-tiba terdengar suara flush dari bilik sebelah. Lalu suara air dari shower kecil di bilik satunya.

Hah? Memangnya ada yang masuk? Aku tidak mendengar suara pintu terbuka sama sekali. Kuakui, aku sudah mulai berkeringat dingin, tetapi aku meminta diriku untuk tetap tenang. Mungkin saja mereka membuka pintu pelan-pelan, atau akunya yang tidak terlalu memperhatikan sehingga suara pintu sama sekali tidak terdengar. Meski menenangkan diri begitu, aku juga cepat-cepat menyelesaikan urusanku.

Selesai dengan urusanku, aku segera meraih gagang pintu bilik yang kutempati.

Tes.

Sesuatu menetes di atas tanganku. Aku menoleh ke atas, bersamaan dengan lampu yang berkedip mati.

Lampu kembali hidup dan aku bisa mendengar suara teriakan keras.

Teriakanku sendiri.

Bersamaan dengan kesadaranku yang menghilang aku masih bisa melihat benda itu. Benda yang tergantung tepat di depan wajahku sesaat sebelum aku berteriak.

Kepala seorang wanita bersimbah darah.



08/09/15
Ruru

Terinspirasi dari toilet yang terasa begitu mencekam dengan lampu yang berkedip-kedip dan tisu berserakan.

1 comment:

  1. Astaghfirulloh.... Kak, parbettttt baca ini bikin parnooo ><

    ReplyDelete