Saturday, April 4, 2015

B-day

Takahara Veksrine. Cewek kelas 1 Mozarine High School of Magic yang suka berpenampilan nyentrik itu terlihat di taman dengan wajah bertekuk. Dipastikan jelas bahwa ia sedang kesal.

"X-kun!" Tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya. X (eks) adalah nama panggilannya di antara teman-temannya. Ngomong-ngomong tentang teman, ia jadi makin kesal.

"Kok wajahmu ditekuk begitu?" Cowok yang tadi memanggilnya kini sudah berdiri di hadapannya. Nama cowok itu Toshiya. Dan sebenarnya, ia adalah salah satu cowok yang menjadi gebetannya. Ya, salah satu. Karena ia punya beberapa gebetan. Tidak ada salahnya kan? Toh cuma gebetan.

"Kenapa sih Birthday Queen cemberut terus?" Toshiya mengacak rambut X pelan sambil nyengir.

"Totchi!! Kau ingat ulang tahunku?!" Wajah X langsung berubah cerah.

"Mana mungkin nggak ingat, kan! Kemarin juga cuma kau yang memberiku ucapan selamat," jawab Toshiya.



Benar juga. Hari ulang tahun mereka hanya berbeda sehari. Jelas mereka selalu ingat.

"Lhoo? Emang yang lain nggak ngucapin?" tanya X heran.

"Nggaaaak! Jahat banget kan?" Toshiya memasang wajah memelas, menghempaskan tubuhnya di sebelah X. X jadi kembali cemberut mengingat teman-temannya.

"Sama dong. Teman-temanku juga nggak ada yang ngucapin. Niichan juga ngucapinnya ogah-ogahan gitu. Nyebelin banget!" gerutu X.

"Oh, jadi itu alasannya kamu cemberut sendirian di sini?" Toshiya mengangguk-angguk paham.

"Iya. Habisnya I-chan sama D-ko juga nggak bisa diajak keluar. Tadinya aku tunggu ucapan mereka sampai siang, tapi ternyata mereka nggak ngucapin. Aku telepon, D-ko nggak angkat. I-chan angkat sih, tapi katanya lagi ada agenda keluar. Apa menurutmu karena kita udah pisah sekolah jadi mereka udah dapat teman baru dan jadi lupa sama aku?"

Toshiya yang sejak tadi hanya mendengarkan tiba-tiba tertawa. "Kamu ngomong kayak mereka sekolah di tempat yang jauh aja. Kan cuma beda gedung sekolah aja, masih satu area. Kemarin lusa di sekolah juga kalian masih makan siang bareng kan?"

"Iya sih…."

"Ya udah. Dari pada cemberut, kita lupain aja orang-orang yang melupakan ulang tahun kita! Jalan-jalan yuk!" ajak Toshiya penuh semangat.

"Ke mana?"

"Hm…. Mall?"

"Jauh. Emang kau bawa motor?"

"Nggak sih…." Toshiya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya udah, sekitar sini aja? Atau mau ambil motor ke mall?" tanyanya.

"Terserah. Manapun boleh." X mengangkat bahu.

"X-kun, Toshi."

Belum sempat mereka membuat keputusan, seseorang menyapa mereka.

"Mana-sama!" Wajah X mencerah melihat senior favoritnya. "Mana-sama mau ke mana?"

"Aku mau ke rumah Toshi, mau ketemu Kaoru." Cowok cantik itu menjawab kalem. "Kalian mau ke mana?"

"Mau jalan-jalan, sih…" jawab Toshiya.

"Apa kita ambil motor aja ke rumahmu, Totchi? Biar sama-sama dengan Mana-sama," usul X.

"Boleh." Toshiya mengangguk. Ketiganya pun berjalan bersama menuju kediaman Diru bersaudara.

Mereka berjalan sambil berbincang-bincang. Sepertinya X sudah mulai melupakan kekesalannya. 

Hingga akhirnya mereka sampai di kediaman Diru bersaudara.

"Aku ambil kunci motor dulu," kata Toshiya, hendak masuk ke dalam. X berpikir untuk menunggu di luar saja saat tiba-tiba Mana menarik tangannya.

"Yuk, masuk dulu aja," ajak Mana. Dan X tidak mau menolak kesempatan. Ini bukan pertama kalinya ia masuk ke rumah itu sih, tapi biasanya ia hanya ke sana untuk menjemput kakaknya yang main di sana.

"SURPRISEEE!!!"

Baru melangkahkan kaki ke dalam, X terkejut mendengar seruan keras itu. Dilihatnya Toshiya juga sama terkejutnya. Hanya Mana yang tersenyum, sepertinya ia bagian dari rencana.

Di rumah itu sudah ada banyak orang. Diru bersaudara, I dan D, Kujirai, Aiba, Adachi, Klose, Matt, Sakito, bahkan kakaknya yang menyebalkan--Yomi, dan bebuyutannya--Shirota.

Tulisan yang tergantung di dinding berbunyi:
HAPPY BIRTHDAY X-KUN! AND HAPPY BELATED BIRTHDAY TOSHIYA!

"X, X, X, X, X!!" Dhiane Bellz, yang akrab dipanggil D, langsung langsung menyerbu ke arah X, memeluknya. "Maaf, ya. Baru ngucapin sekarang! Gue nggak enak banget sebetulnya, tapi kesepakatannya begitu supaya jadi surprise. Makanya dari tadi telepon lo nggak gue angkat…." jelas D dengan wajah bersalah.

"Otanjoubi omedetou, X. Kesepian ya setengah hari ini?" Kini Airish Meno, yang biasa dipanggil I, bertanya dengan seringainya.

X menatap kedua sahabatnya dengan wajah kesal sekaligus terharu, bingung harus berkata apa. Ia pikir sahabat-sahabatnya itu sudah melupakannya.

"Kaliaaaan~~" Terdengar suara Toshiya yang terharu. Ia segera memeluk keempat saudaranya. "Jadi kalian sengaja nggak ngucapin kemarin karena mau bikin acara ini ya? Aku terharu~~"

"Ng…. Sebetulnya sih, kemarin kami betul-betul lupa. Pas Ai-chan Dan Dhi-chan ngajak buat pesta kejutan untuk Eks-chan, baru kami ingat," jelas Shinya kelewat jujur. Akhirnya Toshiya pundung seorang diri di pojok ruangan.

Tak ada orang yang terlalu peduli melihat Toshiya ngambek. Mereka hanya memberi ucapan selamat dan menyemangati Toshiya sekenanya, lalu mulai menyantap makanan yang ada.

"Kukira kalian melupakanku…." kata X pada dua temannya.

"Karena pisah sekolah setahun? Yang benar aja. Sebelumnya juga kita beda kelas kan?" I memutar bola matanya.

"Tapi kehidupan di SMA baru dimulai. Bukan nggak mungkin kita ketemu temen baru, terus…." D diam, tidak melanjutkan kalimatnya.

"Yosh! Kita taruhan! Orang yang pertama kali melupakan persahabatan kita, harus traktir makan!" kata X tiba-tiba.

"Uh… Oke deh!" D mengangguk setelah sempat ragu-ragu.

I ingin bertanya, bagaimana menyuruh orang mentraktir kalau orang itu sudah lupa? Tapi akhirnya ia hanya mengangguk, "Boleh juga."

Entah bagaimana nantinya. Mungkin mereka akan benar-benar saling melupakan. Saat itu terjadi, entah apakah ada yang berusaha mengingatkan mereka tentang traktiran tadi. Tapi alangkah baiknya kalau persahabatan mereka bisa terus berlangsung sepuluh, dua puluh, bahkan lima puluh tahun setelahnya.

Kita lihat saja nanti.


FIN(?)
============

Ps. Happy belated birthday, Icha (X-kun)!!! Best wishes for you~~


Ngomong-ngomong, kisah tentang B-DIX ini dibuat olehku, Icha, dan Dhinda waktu akhir SMA dulu. Kami konsep karakternya bareng-bareng, settingnya, latar belakang dan hubungan tiap karakter, juga udah dibuat pembagian bab tulisan sampai ke ending.

Sekarang, 7 tahun lebih (udah 8 tahun blom sih?) sejak pertama kali dibuat, tulisan ini (bagian Ru sih)  nggak maju sama sekali. Hahahaha.... Beberapa hari yang lalu iseng-iseng baca lagi, jadi kepikiran buat bikin birthdayfic dengan setting ini (tapi baru kesampean).

Kita udah makin jarang komunikasi, apalagi ketemu, apalagi sama Dhi yang kerjanya keluar Jakarta mulu. Tapi semoga persahabatan kita awet ya~

Miss you, girls~

1 comment:

  1. Huhuhu...udh komen panjang lebar kok g ke posting yaaa...hix

    ReplyDelete