Friday, March 13, 2015

[Review: Novel] Misteri Pantai Mutiara

Baca bareng

Judul : MISTERI PANTAI MUTIARA
Penulis : Erlita Pratiwi
Penyunting : Pradikha Bestari
Jumlah halaman : Vi+185 halaman
Penerbit : Kiddo – Imprint Kepustakaan Populer Gramedia

Sinopsis:

Mutiara-mutiara Tante Linda lenyap!

Liburan Resti di rumah Amora di Lombok berubah menjadi petualangan melacak pencuri mutiara. Pelacakan Resti dan Amora sama sekali tidak mudah. Mereka tahu pencurinya bersuara serak, tetapi selalu ditemukan alasan untuk mencoret nama tersangka bersuara serak dari daftar tersangka. Puncaknya, mereka terkurung di dalam gudang gelap di tepi pantai. Lalu, terdengarlah golongan misterius yang mengerikan!

Berhasilkah mereka menemukan Si Suara Serak?


Yang pasti, Si Suara Serak tahu kedua anak itu sedang melacak jejaknya dan ia tak segan menyakiti mereka berdua demi harta!

===


Novel ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Resti yang berlibur ke rumah tantenya di Lombok. Resti ini karakter yang "kepo" banget, kayak aku. Hahahaha.... Nangkep satu hal aja, udah langsung dihubungin ke mana-mana, penasaran. Makanya 'radar kepo' nya langsung berbunyi waktu nggak sengaja denger percakapan telepon yang mencurigakan di bandara.

Sampai di Lombok, keasyikan main dengan Amora--sepupunya yang arti ucapannya suka terbalik-balik--bikin Resti sempat lupa tentang pencurian. Tapi ternyata, Resti malah ketemu sama si pencuri mutiara, walau Resti cuma bisa liat dari belakang. Gawatnya, si pencuri malah melihat wajah Resti dan Amora, Resti jadi sensi sendiri deh. Terus, apa yang bakal dilakuin si pencuri mutiara itu ke Resti dan Amora? Hm.... Baca aja novelnya! Hehehe...

Sebetulnya ini novel anak-anak. Kira-kira SD-SMP lah ya... Tapi tetep asyik banget kok dibaca orang dewasa. Misterinya sederhana, tapi tetap bikin penasaran sampai akhir. Soalnya kita betul-betul dibuat penasaran tentang siapa si pencuri sebenarnya.

Yang asyik lagi dari buku ini, banyak informasinya lho! Disertai gambar juga. Info tentang bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Lombok, 3 Gili, baju lambung, dan masih banyak lagi. Informatif banget deh. Jangankan anak-anak, orang dewasa juga banyak yang nggak tau.
Ini nih contoh-contoh gambar informasinya:

 pakaian tradisional suku Sasak

Pura Batu Bolong

Asyik kan dapet tambahan ilmu? Hehe...

Untuk karakter-karakternya cukup oke. Aku suka karakter Resti. Agak bingung aja kenapa Amora ngomongnya suka kebalik-balik gitu. Kata Tante Linda, Amora emang punya sedikit masalah komunikasi sih:



Jadinya lucu, walau suka ngebingungin. Tapi yang agak aneh tuh makin ke akhir kayaknya omongan Amora makin jarang salahnya. Apakah keberadaan Resti sangat membantu Amora belajar berkomunikasi? Hm....

Lepas dari itu, buatku novel ini recomended banget untuk anak-anak. Untuk orang dewasa yang mau cari bacaan santai-tapi-bikin-penasaran juga cocok baca ini. Kalau aku masih anak-anak, kayaknya novel ini bakal jadi salah satu novel favoritku (kalau sebagai orang dewasa, rasanya inti ceritanya terlalu sederhana). Kasih 4 jempol deh buat novel ini~ *pinjem jempol tetangga*

No comments:

Post a Comment