Friday, March 13, 2015

My Current Life

Hari ini Ru pengin nangis. Banget. Nulis kalimat ini di kantor pun udah sambil nahan nangis. Hahaha....

Kenapa Ru pengin nangis? Sebetulnya ceritanya panjaaaaang....

Ru udah berkali-kali nulis di blog ini, kerjaan Ru nggak sesuai passion. Kayaknya kalau baca postingan Ru di awal-awal masuk kantor (April 2013) dipenuhi dengan dilema. Haha... 


Terakhir nulis tentang kegalauan ngantor itu... Agustus 2013. Wah. Setahun lebih Ru nggak (fokus) nulis tentang itu lagi! Apa kegalauan Ru sudah terobati? Sebetulnya belum. Malah bisa dibilang makin lama makin parah. Rasa jenuh itu malah makin sering datengnya. Diiringi Ru yang makin jarang nulis blog, lebih sering berkicau di twitter...


Perasaan pengin berhenti tuh makin kuat. Kerjaan Ru nggak susah, cuma ada yang ribet, dan yang nyebelinnya ya lengseran kerjaan dari yang lain. Yeah, jobdesc di kantor Ru nggak terlalu jelas, jadi Ru sering ketumpuan kerjaan orang lain, terutama dari para accounting kalo lagi masa-masa audit. Kalo kata Zu, "kerjaan lo remeh temeh semua ya, Ru, tapi kayak pembantu gitu." *sepak Zu*

Begitulah... Makin lama kerjaan saya makin banyak. Dari awal tahun ini, kayaknya nggak ada hari yang saya bebas kerjaan (di meja kerjaan udah beres semua gitu), padahal tahun sebelumnya masih cukup banyak hari-hari kayak gitu. Bukannya nggak ada kerjaan sama sekali, tapi kerjaan bisa diselesein sehari gitu.... Ini apa? Tumpukan invoice dari awal tahun nggak pernah kosong. Ampun deh....

Hari ini, sepagian tadi Ru pengin nangis (nulis ini di antara kerjaan di kantor, jadi kepotong-potong).

Alasan pertama karena kata-kata papa pas berangkat tadi. Seperti biasa, kalo Ru berangkat sama adek Ru sementara papa masih ada di rumah, papa pasti nganter sampe pagar dan pesen "hati-hati". Tapi tadi pagi, pesan papa agak lain. Selain "hati-hati", papa juga pesen, "Jangan ngelamun ya!"

Saya jadi bertanya-tanya. Kok tumben banget papa pesen kayak gitu? Kalo mama sih emang sering pesen begitu ke semua anaknya. Apa dari kemaren-kemaren Ru keliatan kayak orang ngelamun mulu ya? Emang udah berapa lama ini jadi kurang fokus ngapa-ngapain sih. Terlalu banyak yang mau dan harus dilakuin sampe-sampe bingung sendiri.

Terus, sampai di kantor dengan perasaan berat hati, Allah mempertemukan Ru dengan tulisan ini: http://www.gizsyaresha.com/2015/01/ketika-prioritas-tak-sama-dengan-nurani.html

Itu nemu betul-betul nggak sengaja. Di twitter liat akun FLP nge-RT tweet berisi blog yang promosi open recruitment. Ru baca itu dan di bawahnya nemu tulisan tadi. Mana kata-kata pembukanya tuh lagu yang akhir-akhir ini sering Ru nyanyiin. Hahaha.... Serius jadi pengin ngakak tadi.

Terus... tau-tau di FB, Shirei-neesan posting status yang ada bagian ini:
Babe pernah bertanya padaku, "Apa manfaat kamu melakukan pekerjaanmu? Bergunakah untuk sesama? Bergunakah untuk akheratmu?"

Langsung pengin nangis lagi. Aaaaa!!

Ru pernah nemu kalimat serupa di buku. Kayaknya bukunya Kakek Jamil Azzaini deh? Lupa juga sih tepatnya. Dan, Ru pernah bilang kalimat serupa ke mama.

"Mau kerja yang bermanfaat, nggak cuma dapetin uang buat diri sendiri doang." Tapi mama bilang itu terlalu idealis.

Idealis. Ru dan mama emang sering berbenturan tentang 'idealis' ini, seperti yang pernah Ru posting di tulisan Idealisme dan Kedewasaan


Ada yang bilang, "kau seharusnya bersyukur karena punya pekerjaan. Nggak semua orang punya pekerjaan."

Tapi apalah gunanya punya pekerjaan kalau batin tersiksa?

Ru pernah bilang ke mama, "Aku nggak paham. Kenapa ada orang yang mati-matian kerja di tempat yang dia nggak fun jalaninnya, cuma untuk uang? Terus nanti uangnya dipake sama dia buat ngilangin stress (yang dia dapet di tempat kerja). Kok kayak lingkaran setan?"

Dan ternyata mama merasa tersinggung karena merasa seperti itu. Ups. Maaf, Ma. Serius nggak bermaksud menyindir. Soalnya Ru heran aja....

Kerja tersiksa sebulan -> dapet gaji -> diabisin buat hal-hal yang bikin seneng (biasanya sesaat) -> kerja tersiksa (lagi)

Terus yang didapet selain kesenangan sesaat itu apa? Kok kayaknya banyakan menderitanya?

Semua kerjaan susah, iya, Ru tau. Nggak ada kerjaan yang lancaaaar terus. Kalaupun kerja sesuai mimpi, bisa jadi kamu malah muak sama mimpi kamu itu, bisa. Tapi Ru suka kata-kata Kang Fahd:


Yang dikejar itu cita-cita dan pahala. Makanya, harus punya cita-cita besar yang menghasilkan uang sekaligus bisa mendatangkan pahala! Mauuuu!!


Hari ini, Ru buka-buka tulisan lama. Ru yang bermimpi, Ru yang terbentur kenyataan, Ru yang berusaha berdamai dengan pekerjaan, Ru yang bersyukur, Ru yang meratap....

Idealisme vs Realita. Mimpi vs Kenyataan. Passion vs Duty.


Ru mau ngejalanin proyek Ru dkk. Proyek kreatif, yang sesuai sama Ru yang gampang bosen.
Dan yang terpenting, sesuai cita-cita Ru dan insyaAllah mendatangkan pahala. 

InsyaAllah.
Bismillah.

Doakan saya bisa segera keluar dari kantor dan fokus ke proyek cita-cita saya ya....

No comments:

Post a Comment