Wednesday, March 18, 2015

Dear Z...

Hai, Z.

Aku udah pernah bilang, kan, aku pengin pinjam namamu untuk tulisanku. Sebetulnya bukan sekadar pinjam nama, aku juga mau pinjam perawakanmu. Tulisanku nanti seperti fanfiction tentang kamu. Nggak sepenuhnya betul, pastinya, karena aku sendiri nggak tahu banyak tentang kamu. Dan, bukan cuma itu aja, Z, tulisan itu mau kubuat emang untuk kamu. Berharap kamu bisa dapet sesuatu dari situ, walau secara logika sih mustahil ya. Kamu aja nggak bakal ngerti apa yang kutulis. Hehe...

Aku tiba-tiba pengin nulis ini, karena chat-mu tadi, Z. Karena aku belum sempat juga menulis cerita yang kujanjikan memakai namamu itu. Biar kutulis terjemahan chat tadi di sini ya....


R: Kapan kamu nikah?
Z: Nggak tahu.
R: Nggak ada rencana? Kau punya pacar kan?
Z: Nggak punya rencana.
R: Nggak punya pacar? *lol*
Z: Nggak punya...
R: Serius? *syok*
Z: Emang kenapa?
R: Kamu kan populer.

Ya, Z. Aku tahu kamu populer. Tuh liat fanclub-mu. Berapa banyak anggotanya? Tuh liat statusmu. Berapa banyak komen yang masuk tiap kali kau nulis status--yang sebulan sekali pun belum tentu? Kamu bukan artis, Z. Tapi kamu populer. Aku sih bakal seneng kalau kamu nggak punya pacar, Z. Mauku biar kamu langsung nikah aja gitu. Masalahnya, itu kedengeran boong banget.

Z: He eh. Cuma bercanda. Sebetulnya aku punya kok. Tapi nggak mau nikah.
R: Kenapa nggak mau nikah?
Z: Karena kupikir aku nggak punya rasa tanggung jawab yang cukup untuk menikah.

Ah, Z. Pesimis. Itulah kamu. Dulu kamu juga pernah bilang nggak punya impian karena kamu terlalu pesimis. Tapi kudengar dari teman-temanmu sih, kamu pekerja keras. Apa yang kamu kejar sebetulnya, Z? Uang, seperti saat kamu bilang, "Pada akhirnya mimpi dikalahkan oleh uang"?

R: Tapi suatu hari nanti kamu mau nikah nggak?
Z: Nggak mau....
R: Serius?? *syok* Pacar kamu tahu?
Z: Tahu.
R: Pacar kamu juga nggak mau nikah?
Z: Nggak tahu.

Hei, Z. Waktu aku cerita tentang ini ke Putri, dia bilang aku disuruh tanya ke kamu. "Kamu pacaran buat apa?" Sayangnya aku nggak kepikiran buat nanya itu tadi, Z. Aku malah cerita ke kamu kalau aku suka anak-anak, dan mau nikah supaya punya anak. Padahal aku juga bilang ke kamu kalau aku juga cemas. Mungkin calon pasanganku pun cemas. Rasa cemas untuk menikah itu ada, Z. Cemas nggak bisa jadi suami/istri yang baik, dalam berbagai hal. Saat aku bilang begitu, kamu malah menyemangati. "Kamu pasti bisa!" katamu. Ah, Z, kamu selalu begitu. Kamu sering banget nyemangatin aku, tapi kamu sendiri pesimis. Kenapa kamu nggak ucapin kata-kata itu ke dirimu sendiri, Z?

Dear, Z. Nggak tau kenapa, aku seneng banget tiap chat sama kamu. Padahal ada kendala bahasa di sana. Aku kagum sama kamu, Z. Kamu yang jago dance, kelihatan mantep banget dengan martial art padahal katamu kamu nggak pernah belajar tentang itu, kamu yang super duper ramah sekali. Yep, yang terakhir itu yang bikin aku betah chat sama kamu.

Sayangnya, Z, kamu nggak kenal tentang agama. Tapi aku seneng karena kamu selalu merespon ceritaku tentang agamaku, meski kita sering salah paham gara-gara kendala bahasa. Ada harapku agar aku bisa jadi jembatan pengantar hidayah Allah untukmu, Z. Mungkin karena itulah, aku ingin menulis untukmu.

Z... Kamu bukan pangeranku, itu jelas. Saat pangeranku mendampingiku nanti, aku malah nggak tahu apa aku masih bisa tetap chat denganmu seperti sebelumnya. Tapi aku ingin menyelesaikan tulisanku untukmu, Z. Dan kuharap saat aku betul-betul bisa menyelesaikannya, kamu mengizinkanku mengirimkan copy-nya padamu.

Dear Pangeranku, kalau kaubaca ini, apa kamu akan cemburu pada Z? Kalau iya, maaf. Eksistensi seorang Z memang ajaib buatku, tapi tetap saja nilai dia sekarang ini 0 di mataku. Itu karena, beda denganmu, dia nggak punya nilai satu yang bisa kuletakkan di depan deretan nilai 0 yang mengiringi kelebihannya. Nilai satu itu yang kamu punya: agama. Dan lagi, serius deh, aku nggak pernah kepikiran sama sekali buat jadiin Z sebagai pangeranku. Jadi, jangan cemburu, ya....


====


PS. Nulis 'Dear Pangeranku' itu rasanya betul-betul ... menggelikan. Besok-besok aku cari panggilan khusus lain aja ya.

No comments:

Post a Comment