Wednesday, January 7, 2015

Aku, Kamu, Dia

Dan di sini lagi aku. Bersama dengannya. Padahal tak seharusnya kami bersama. Sudah ada kamu yang menungguku.

Maaf, Sayang. Betapapun kamu menungguku, aku tidak bisa terus bersamamu.

Aku terlalu mencintainya.

Kenapa selama ini aku bersamamu, bisa kamu sebut itu kesalahan. Maaf, tapi rasanya memang benar begitu. Aku, tidak pernah mencintaimu. Sejak awal.

Ia yang selama ini selalu bersamaku, Sayang. Jauh sebelum kamu datang. Lalu tiba-tiba saja kamu datang. Dengan paksaan, kalau boleh kusebut begitu.

Sampai sekarang aku masih bersamamu, itu semua hanya demi memenuhi kewajiban semata. Sungguh, Sayang, aku tidak pernah bisa mencintaimu.

Karena itu, maafkan aku. Maaf kalau aku selalu menoleh ke arahnya meski sedang bersamamu.
Maaf kalau aku selalu pergi menghampirinya saat kamu lengah.

Ms Excel Sayangku...

Maaf... Aku terlalu mencintai Ms Word....


_FIN_
.
.
.
.
Dan maafkan kerandoman saya di pagi hari. Huhuhu... Ms Word, I love you so much.... *kabur dari Ms Excel*

No comments:

Post a Comment