Sunday, October 19, 2014

[Review: Novel] Omen #6: Sang Pengkhianat


Judul: Omen #6: Sang Pengkhianat
Penulis: Lexie Xu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Thriller
ISBN: 9786020309002

Sinopsis:
File 6 : Kasus Penjahit Manusia dengan Korban Atlet-Atlet Unggulan Pekan Olahraga

Tertuduh : Kami. Yep, kalian tidak salah baca. Kami-kami yang seharusnya menyelidiki kasus ini malah menjadi tertuduh lantaran ada beberapa saksi yang mengatakan mereka melihat kami di tempat kejadian. Tentu saja kami tidak sudi pasrah dengan situasi ini dan bertekad untuk menyelidikinya. Kecurigaan kami jatuh pada dua cewek paling jahat di sekolah kami: Nikki dan Eliza. Tambahan lagi, kini mereka mendapat bantuan dari Damian Erlangga sang pangeran iblis, serta mantan sobat kami yang kini menjadi musuh bebuyutan kami: Erika Guruh.

Fakta-fakta : Pada hari-hari menjelang Pekan Olahraga, atlet badminton unggulan sekolah kami ditemukan di lapangan badminton dalam kondisi tidak sadar dengan mata, mulut, dan anggota badan terjahit rapat. Saksi mata berupa sahabat korban mengatakan dia melihat Rima berkeliaran di dekat lapangan pada saat kejadian. Di siang hari, pada hari yang sama, kapten tim futsal ditemukan mengalami kejadian tragis yang sama, dan kali ini orang-orang melihat Putri Badai melarikan diri dari tempat kejadian. Keesokan harinya ada “tips tepercaya” yang mengatakan Aya akan melakukan kejahatan berikutnya, dan sebelum kami sempat melakukan sesuatu Aya sudah ditahan polisi.

Misi kami : Menemukan pelaku sebenarnya sebelum kami dihukum untuk perbuatan yang tidak kami lakukan.

Penyidik kasus,
Valeria Guntur, Rima Hujan, Putri Badai, dan Aria Topan



Oke, seperti sebelumnya, saya harus kasih lima bintang untuk novel ini. Hahaha...Yaa, bukannya nggak ada kekurangannya juga, tapi novel ini masih pantas buat dapet lima bintang, menurut saya.

Kalau kita nilai novel ini sebagai satu kasus tersendiri yang nggak berhubungan dengan kasus-kasus lainnya, novel ini emang terasa kurang greget. Kasusnya emang sadis, tapi penyelesaiannya kurang greget. Dan saya sih paling kecewa penyelesaian soal Daniel. Sempet berharap lebih bikin Rima cemas lagi. Setelah pesan sang 'mama' di buku sebelumnya, saya pikir Daniel bakal dapet porsi gede di buku ini, ternyata nggak segede yang saya kira.

Di luar masalah penyelesaian kasusnya, KaLex betul-betul sukses mainin emosi pembaca di novel ini. Segala macam emosi dikeluarin. Cemas, sakit hati, sedih, lucu, pokoknya macem-macem. Yang paling dominan kayaknya sih sakit hati. Masing-masing karakter ditunjukkin kecemasannya, juga rasa sakit hatinya.

Favorit saya tetep Aya, dengan dua kurcacinya yang super konyol. Asli, saya pengin ngakak mulu baca tentang mereka. Kedua, pasangan Putri-Damian. Kalo dipikir-pikir, mungkin saya suka mereka karena pada dasarnya saya suka genre angst. Jadi hubungan mereka tuh bikin nyesek. Kalo mereka happy-happy aja mungkin saya malah nggak akan suka mereka? Nggak tau juga sih. Saya kan bukan tipe yang suka cerita romantis. Hehe...

Di buku ini karakter Val berubah jauh. Lebih tepatnya jadi terbuka apa adanya gitu. Oh, saya juga suka banget pas Val berantem sama Erika. Lucuuu. Hahahaha...

Jujur, saya kurang dapet kemajuan dari rencana sang 'mama' di buku ini. Saya kira dia akan lebih cerdas dari ini, ada sesuatu di balik kasus yang kesannya 'mudah' ini. Tapi kayaknya nggak ada apa-apa ya? Kasus kali ini cuma terkesan mau kasih liat kalau tim Val bisa lebih menyatu lagi. Atau jangan-jangan, justru itu tujuan 'Mama'? Hm....

Selanjutnya buku terakhir. Semoga buku terakhir ini akan jauh lebih memuaskan. Dan, kalau bisa jangan tambah mahal lagi ya, KaLex! ><

No comments:

Post a Comment