Thursday, September 18, 2014

Kalau Sampai Waktuku

Karena waktu tidak bisa kembali... 
.
.
Sehari ada 24 jam. Duh, sedikit sekali ya? Mana mungkin aku bisa melakukan semua yang ingin kulakukan dalam waktu 24 jam saja?!

Aku punya banyak keinginan sih. Menulis buku, jalan-jalan, baca buku yang sudah lama kutimbun di lemariku, belajar ini itu....

Tuh kaaan! Keinginanku banyak banget! Mana bisa kupenuhi semuanya dalam waktu 24 jam! Apalagi, aku harus bekerja untuk mendapatkan uang. Ditambah lagi kemacetan kota Jakarta. Tua deh di jalan. Sampai rumah aku pasti udah kecapekan. Bawaannya ingin tidur aja.
.
.
Seminggu ada 7 hari. Itu artinya 168 jam.

Waktu tuh rasanya cepet banget! 168 jam juga nggak berasa. Kemarin rasanya baru hari Senin, waktunya aku dan kebanyakan karyawan males-malesan berangkat ke kantor. Tahu-tahu sekarang udah malam Senin lagi. Padahal liburan ini aku cuma istirahat leha-leha di rumah doang!!

Yaah, maklum deh.... Senin sampai Jumat kan aku capek kerja seharian di kantor. Wajar dong kalau Sabtu sama Minggu aku mau istirahat. Kadang main sama teman juga, tapi lebih sering sih di rumah.

Pokoknya waktu rasanya cepet banget! Buku bacaan masih bertumpuk. Ide tulisan juga nggak pernah sempat aku jadikan tulisan betulan. Jalan-jalan, paling-paling ke mall sama teman. Belajar? Boro-boro.

Nggak ada waktunya!
.
.
Sebulan ada sekitar 4 minggu. Sekitar 30 hari. Kira-kira 720 jam.

Kuraaaang! Lihat deh, target bulananku nggak kesampaian semua. Rencana nulis satu bab, ini lima halaman pun nggak sampai.. Rencana baca 5 buku, baru juga satu buku yang selesai kubaca. Kegiatan di luar? Iiih, boro-boro! Main sama temen aja bisa sebulan sekali doang!

Kalau begini, kapan cita-citaku bisa tercapai? Pasti gara-gara waktuku terlalu banyak habis di kantor dan di jalan nih! Mestinya resign dari kantor aja ya? Tapi, nanti aku dapet uang dari mana? Kan untuk mencapai cita-citaku juga perlu uang. Pokoknya kumpulin uang dulu deh demi cita-cita tercinta, baru resign!
.
.
Setahun ada 12 bulan. Kurang lebih 48 minggu. Kira-kira 365 hari. Sekitar 8.760 jam.

Nggak salah lagi, waktu emang cepet banget. Tahu-tahu udah setahun aja. Dan kok kayaknya, uang yang kukumpulin segitu-segitu aja ya?

Target tahun kemarin nggak ada yang mendekati. Nulis satu buku per tahun? Tiga bab juga nggak sampai. Baca 50 buku per bulan? Paling-paling cuma 10. Ikut kegiatan ini itu? Hahaha... Cuma bertahan satu dua kali pertemuan dengan alasan capek, mau istirahat aja di rumah. Jalan-jalan ke tempat yang bukan mall bisa dihitung jari. Itu juga deket-deket.

Waktu berjalan cepet banget. Wajar deh kalau targetku nggak ada yang tercapai. Capek tahu di kantor!
.
.
Setahun 12 bulan.
48 minggu.
365 hari.
8.760 jam.
525.600 menit.
31.536.000 detik.

Untuk apa saja detik demi detik itu kupakai ya? Aku bilang aku sibuk, tapi kok yang kulakukan selama ini cuma kerja di kantor aja ya?

Kalau sehari itu 24 jam.

Seandainya aku tidur 7 jam.
Lalu kerja di kantor 8 jam.
Dan terjebak kemacetan 3 jam.

Waktu yang kupakai 18 jam. Sisa 6 jam.

Kenapa aku nggak bisa meluangkan 30 menit tiap harinya untuk menulis? Untuk membaca? Untuk belajar mengejar cita-citaku?

Apa selama ini, aku sudah menyia-nyiakan waktuku?





Berapa tahun, bulan, hari, menit, detik lagi waktu yang tersisa dalam hidupku hingga Ia memanggilku?

Apa yang saja yang sudah kulakukan saat waktu yang Ia berikan untukku telah habis?

No comments:

Post a Comment