Monday, September 29, 2014

Jodoh?

Jodoh.

Di usianya yang menginjak seperempat abad, mungkin hal itu yang paling banyak mengganggunya akhir-akhir ini. Di luar masalah pekerjaan pastinya. Pekerjaan lain lagi. Yang itu malah sangat sangat mengganggunya.

Wajahnya terbilang cantik. Harusnya sih dengan wajah seperti itu ia tidak perlu terlalu sulit mendapatkan pacar. Tapi dia tidak mau pacar. Pokoknya kalau ada yang tertarik, harus langsung lamar!

"Jodohku~ Maunya ku dirimu~"

Ia yang sejak tadi bernyanyi-nyanyi dalam hati tanpa sadar membiarkan suaranya keluar. Pelan, tapi sanggup membuat beberapa pasang mata di bus meliriknya. Mungkin beberapa orang bertanya-tanya dalam hati, siapa yang dimaksud oleh perempuan itu.

'Jangan-jangan dia lagi ngeliatin gue?' pikir beberapa laki-laki yang ge-er. Tapi perempuan itu masih sibuk senyum-senyum sendiri sambil menatap jendela.

Mungkin orang-orang mengira perempuan itu sedang kasmaran, tapi orang yang sudah mengenal perempuan itu pasti menebak lain. Paling-paling perempuan itu sedang teringat kelakuan bodoh para staf dan bos-bosnya di kantor.

Kalau dibilang jatuh cinta, mungkin memang benar. Sepertinya ia memang jatuh cinta pada tempat kerjanya, dengan segala makhluk ajaib yang ada di dalamnya.


Tapi tiba-tiba wajah perempuan itu menjadi muram. Mengingat kantor selalu berhasil membuatnya senyum-senyum sendiri, tapi juga sering membuatnya depresi.

Kini beberapa penumpang yang diam-diam masih memperhatikan perempuan itu jadi mengernyitkan dahi. Kenapa pula tiba-tiba wajahnya jadi murung?

Tak lama, perempuan itu mulai senyum-senyum lagi. Orang-orang pun mulai mengira kalau perempuan itu sedang main seribu wajah. Beberapa malah refleks menjauh, khawatir tiba-tiba perempuan itu mengamuk atau apa.

"Adoh! Pak! Hati-hati dong! Liat-liat tasnya tuh!"

Tuh kan! Dia ngamuk! Orang-orang yang sudah menjauh makin menjaga jarak. Tapi sebetulnya wajar sih kalau perempuan itu ngamuk. Kepalanya kena tas besar begitu.

Si perempuan masih misuh-misuh meski si bapak yang terkena semburannya sudah kabur. Perempuan itu tidak sadar kalau sejak tadi ada sepasang mata yang masih memperhatikannya lekat.

Ah. Pandangan mereka bertemu sepintas. Si perempuan cepat-cepat mengalihkan pandangan.

'Cowok keren! Gue harus jaga imej!' pikirnya. Dan ia pun sibuk berkonsentrasi untuk membuat dirinya kelihatan intelek, anggun, atau setidaknya tidak kelihatan bodoh. Sayangnya itu hanya berlangsung selama beberapa menit karena tak lama kemudian pikirannya yang sulit dikontrol itu sudah kembali melanglang buana. Membuatnya kembali menjadi lakon seribu wajah hingga akhirnya bus tiba di tempat tujuannya.

Perempuan itu buru-buru berdiri, lalu bersiap turun. Tanpa sengaja tatapannya kembali berserobok pandang dengan laki-laki yang disebutnya keren tadi. Refleks ia mengulas senyum. Sayangnya, yang keluar malah senyum kaku seolah dipaksakan. Beruntung baginya, laki-laki itu balas tersenyum.

'OMG! Senyumnya manis banget! Dia senyum ke gue! Jangan-jangan kita jodoh? Jangan-jangan dia adalah pangeran berkuda putih yang gue tunggu selama ini? Atau mungkin cuma tukang hipnotis? Iiih! Jangan liat-liat matanya ah! Bisa-bisa dia menghipnotis gue sampe dunia mimpi.'

Khayalan liar si perempuan sudah nyaris menyeretnya ke dunia abstrak, tempat orang-orang selain dirinya mungkin akan tersesat. Sayangnya--atau untungnya--bus benar-benar berhenti dan orang-orang yang berbaris untuk turun mulai keluar dari bus satu per satu. Dengan berat hati sang perempuan mengikui arus antrian, meninggalkan sang pangeran berkuda putih--atau tukang hipnotis--yang sepertinya belum akan turun.

Tanpa perempuan itu sadari, si laki-laki masih menatapnya sampai turun dari bus dan menghilang di tengah kerumunan orang. Laki-laki itu tersenyum geli membayangkan segala macam ekspresi yang diperlihatkan si perempuan di sepanjang perjalanan.

"Jodohku~ Maunya ku dirimu~"

Tanpa sadar laki-laki itu bersenandung pelan. Ah, gawat. Ia betul-betul ketularan perempuan itu. Kali ini ia tertawa kecil.

Sepertinya setelah ini ia akan selalu ingat wajah si perempuan setiap kali mendengar lagu itu.


_FIN(?)_

==========

Spesial buat seorang perempuan ajaib yang ciri-cirinya seperti disebutkan di atas (HAHA!), HAPPY BELATED BIRTHDAY!!



Semoga jodohmu cepet dateng yaaa... Liat-liat kanan kiri. Siapa tau si laki-laki ternyata ada di sampingmu dari tadi. Hihihi.....


No comments:

Post a Comment