Monday, August 4, 2014

Generasi Apatis

Halo, ini kami, generasi muda Indonesia yang dididik menjadi apatis terhadap dunia.

Senior-senior kami mengajari kami bagaimana cara bereaksi pada hal-hal di sekeliling kami. Reaksi yang 'keren'. Kalian yang nggak melakukannya akan kami cap nggak gaul. Gaul itu keren!

Misalnya, saat ada orang yang menceritakan sesuatu pada kalian, jawab saja dengan, "Masa'?". Lalu kalau orang itu menanggapi, kalian bisa menjawab lagi dengan ucapan keren, "Masa iya? Masa bodo. Masalah lo."

Keren kan?

Ah, tapi itu masa-masa senior kami. Sekarang kami punya ucapan yang lebih baru. Lebih gaul. Lebih keren.

Begini, kalau ada yang menceritakan sesuatu pada kalian, kalian bisa jawab dengan kata, "Ciyuz? Miapah?" Lalu kalian bisa menambahkan dengan segala jenis mie yang kalian suka.

Lebih keren kan?

Ada lagi kata-kata keren yang lain. Kalau ada yang bertanya pada kalian, cukup jawab dengan, "Mau tau aja, atau mau tau banget?". Kami sering menggunakan kalimat itu lho. Ke teman, ke saudara, bahkan ke guru dan orangtua kami.

Kan kami gaul~

Kami generasi muda Indonesia yang dididik apatis terhadap dunia.

Selama nggak merugikan kami, kami bebas melakukan apapun. Mau main bola di tengah jalan sampai menganggu pengguna jalan lain, nggak masalah. Toh kami nggak rugi. Orangtua kami juga jarang memarahi.

Mau main petasan tengah malam, di jam-jam shalat, di saat ada adik bayi yang sedang tidur, di atau saat tetangga ada yang sedang berduka ya ... nggak masalah buat kami. Kan kami nggak rugi. Memangnya peduli apa kami kalau ada yang sedang tidur, sedang shalat, atau sedang berduka? Kami kan generasi apatis. Orangtua kami juga nggak memarahi.

Kami generasi muda Indonesia.

Para senior kami mendidik kami lewat film-film yang mengajarkan kami betapa pentingnya menjadi seorang manusia yang gaul, yang lebay, yang suka menggalau.

Orangtua kami mendidik kami lewat sikap acuh mereka, membiarkan kami bermain dan melakukan apapun yang kami suka tanpa pernah memarahi kami.

Guru-guru kami mendidik kami untuk mendapatkan nilai yang bagus, apapun caranya, meski itu merugikan teman-teman kami yang belajar dengan serius.

Para pejabat korup mendidik kami bahwa tidak sulit menjadi koruptor, dan lebih sulit menjadi orang yang anti kotor.

Kami, terutama yang masih berumur di bawah tujuh tahun, sangat mudah menyerap apa yang ada di sekeliling kami. Nah, kalian akan mengajarkan kami apa lagi?

2 comments:

  1. Beruntunglah anak yang selalu ingin tahu yang justru dikatain kepo sama generasi sekarang ini, hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asal keponya jangan cuma pengin tau aja tapi secara sikap ya cuek juga. Haha

      Delete