Thursday, March 27, 2014

Talking About My Dream (Again)

Sebetulnya Ru udah banyak nulis blog tentang mimpi. Kali ini hanya satu paragraf, untuk diikutsertakan dalam Giveaway The Dream in Taipei City.


Tentang mimpi .... sebetulnya mimpi Ru banyak!! Yang terbesar adalah: ingin bisa seluruh bahasa di dunia! Tapi rasanya agak mustahil ya? Hehehe.... Mimpi Ru yang lain saja: ingin menjadi bagian dari penerbitan, khususnya jadi penulis! Sejak tertarik dengan dunia bahasa, ada beberapa mimpi yang Ru kejar: jadi penulis, jadi penerjemah, jadi editor, dan ... punya penerbitan sendiri (oh ya, juga perpustakaan!). Mimpi-mimpi itu masih Ru kejar, walau kadang timbul tenggelam sih. Payah ya? Alhamdulillah, mimpi jadi penerjemah sudah (dan sedang) terwujud. Mimpi jadi editor ... sebetulnya sudah Ru kesampingkan. Katanya, biasanya editor sibuk, jarang yang bisa menyempatkan nulis. Lha, Ru kan tipe yang susah atur waktu, nanti nggak bisa nulis dong? Jadilah Ru cukup puas dengan menjadi editor amatir buat teman-teman Ru yang suka minta dikomen. Lagipula kalau ke teman lebih bebas komentar sepedas mungkin. Hehe.... Tentang mimpi jadi penulis, masih terus Ru kejar sampai sekarang. Semoga sebentar lagi terkabul. Semoga! Dan untuk mimpi membuat penerbitan sendiri ... sampai sekarang masih belum melakukan apa-apa untuk itu. Masih dalam batas keinginan. Ah, satu per satu dulu lah, Ru. Jangan maruk! Hihihi.... Nggak apa perlahan, asal bisa direalisasikan. Aamiin. :D


Alasan Ru pengin baca novel ini adalah: pengin tahu negara asalnya Aanon! #bukan  Hihihi.... Tapi iya, Ru emang tertarik sama negara-negara Asia Timur. Dan alasan lainnya, mau baca tulisan Mbak Mell lagi. Setelah selesai baca Xie Xie Ni De Ai kemarin, somehow jadi pengin baca tulisan yang terbaru. Mau lihat bedanya, soalnya Ru yakin pasti udah banyak perubahannya.

4 comments:

  1. Mimpinya indah sekali. Seorang editor pernah berkata pada saya. Sebenarnya tanpa kritikan pedas dari editor, jika sebuah karya memang indah, ya indahlah karya itu. Editor hanya bertugas mempertegas keindahan karya seorang penulis dengan 'mengampelas' bagian-bagian yang terbaca dan terasa kasar, mempelitur fitur novel yang masih malu2 untuk mengkilap serta memperkaya fragmen-fragmen yang mungkin kurang melekat.

    Bahkan, seorang editor yang bijak, beserta para reviewernya, seringkali menyemangati para penulis untuk mengkayakan diri dengan keindahan diksi, keteraturan plot maupun validasi setting. Sungguh beruntung penulis mendapatkan editor yang demikian, Sebab saya pernah jadi bagian dari keberuntungan itu---walaupun karyanya ditolak hehehe.

    Sedangkan penulis, ada tugas lebih berat dari hanya sekedar menerima kritikan pedas yang mungkin bisa jadi kurang memahami esensi perjuangan di balik kepenulisan itu. Sebab meski beberapa penulis mensegmentasikan karyanya untuk pembaca dengan rentang usia dan minat tertentu, namun pasar buku membebaskannya dibaca banyak kalangan.

    Apa tugas terberat penulis? Mengikhlaskan hati, jika karyanya tidak sampai sasaran. Alih-alih pesan novelnya tersampaikan, bagi penulis yang terberat adalah tetap tegar dan bijaksana menghadapi ujian setelah karyanya diterbitkan. Dan menggenggam erat-erat semangatnya untuk tetap dan terus berkarya.

    Maka, jika Ruru bermimpi menjadi penulis kelak. Ada setidaknya 3 hal yang harus digenggam erat-erat :
    1. Semangat tak kenal menyerah sebelum, selama dan setelah proses melahirkan karya
    2. Ketabahan dan kemampuan mengendalikan diri menghadapi apapun dan bagaimanapun tanggapan pembaca
    3. Menjaga hubungan baik dengan sesama penulis, editor dan pihak penerbit,

    Sukses ya, jangan lupa follow blog dan twitter juri, karena itu termasuk syarat lomba :)

    ReplyDelete
  2. Are? Daku lupa mau follow kemarin belum jadi. Hehehe... Untung diingetin. :p

    Jadi pengin menjadi editor yang menebar 'keberuntungan' itu. #eh Hihihi... Penulis sajalah dulu~ :3

    Aamiiin....
    Terima kasih atas komentar dan terutama sarannya, Mbak. Bismillah... Semoga betul-betul bisa terwujud semuanya.

    ReplyDelete
  3. Eh? Jadi penulis sajalah dulu?
    terkesan penulis itu tujuan yang mudah ya?

    Padahal, saya hanya ingin mengatakan bahwa penulis dan editor itu sama2 memiliki tugas yang berat. Apalagi jika sudah menyangkut tanggung jawab pada khalayak pembaca.

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.... Bercanda, Mbak. Ehehehe... :p

      Iya, emang kayaknya berat ><
      Tapi harus berusaha! Ehe...

      Delete