Monday, March 3, 2014

[Review: Novel] Metropolis

<gambar buku menyusul>

Judul : Metropolis
Penulis : Windry Ramadhina
Editor: Mira Rainayati, Anin P., Fanti G.
Penerbit : Grasindo
Jumlah Halaman : 331 halaman
Terbit: 2013
ISBN13 :978-979-02-5714-6

Setiap kota punya sisi gelap dan di sana mereka--mafia--berpesta.

Bram, polisi muda yang cerdas, anak seorang pecandu yang mati dibunuh pengedar. Miaa, perempuan misterius yang tidak pernah memiliki ayah. Johan, lelaki yang lahir di kalangan mafia dan punya banyak piutang nyawa. Indira, perempuan berhati bersih, orang yang salah di tempat yang salah.

Keempatnya tenggelam dalam kegelapan metropolis, di tengah-tengah konflik antargeng pengedar narkotika Jakarta. Tetapi, mereka tidak hitam, bukan pula putih sepenuhnya. Mereka manusia biasa yang punya ambisi, memendam niat buruk, melakukan kesalahan, serta merasakan benci dan cinta.

==


Baru inget kalo udah review di goodreads. Copasu sajalah. Toh sudah panjang. Hehe....

Seneeeeng banget bisa nemu novel dalam negeri model begini. Sekarang ini novel-novel dalam negeri didominasi novel romance sih. Lama-lama jadi males....

Oke, mari kita review.

Menurut Ru, cerita di novel ini keren banget banget! Keliatan kalo Kak Windry bener-bener riset buat nulis ini. Tulisannya nggak asal.

Yah, kemarin sempet baca review lain sih yang komentar tentang kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan kepolisian. Berarti risetnya Kak Windry kurang ya? Mungkin gitu. Jadi masukan ya Kak biar risetnya diperdalam lagi :D Tapi, lepas dari kesalahan-kesalahan itu, menurut Ru novel ini bener-bener keren. Walau mungkin di cerita-cerita luar negeri udah banyak yang nulis model begini, aku seneng banget bisa baca novel begini dengan setting dalam negeri!

Terus, semalem sempet ngikutin bincang penulis di twitter tentang novel ini juga. Katanya, Kak Windry di sini emang fokus sama karakter-karakternya. Mau menunjukkan kalo nggak semuanya 'hitam-putih' tapi ada juga abu-abu. Dan menurut Ru, Kak Windry sukses banget menampilkan itu.  Ru suka hampir semua karakternya. Suka banget cara Kak Windry menampilkan emosi karakter-karakternya, sikap dan kegalauan tiap-tiap karakter menghadapi masalah masing-masing.

Novel ini bukannya sempurna juga sih. Selain tentang jabatan kepolisian yang (katanya) banyak miss (nggak bisa komen karena nggak ngerti), ada juga beberapa kejadian yang pendorongnya kurang kuat, jadi kurang natural. Tapi tetep aja, novel ini memuaskan buat Ru. Jenis cerita yang sangat Ru suka!

No comments:

Post a Comment