Monday, July 29, 2013

Berbeda

Prompt (hari Senin entah tanggal berapa waktu itu): Berbeda
Kalimat pertama: Mereka memang berbeda

Kita ganti karakter \o/

Akhirnya saya melanjutkan menyicil utang flashfic...
----------

 Berbeda


Mereka memang berbeda. Maksudku, keempat adik laki-lakiku. Dua pasang anak kembar.

Meski sama-sama kembar, tapi rasanya dua pasang kembaran itu terlihat begitu kontras.

Pasangan pertama adalah Nakula dan Sadewa. Usia mereka terpaut 3 tahun dariku. Mereka adalah kembar identik yang tidak akan bisa dibedakan oleh orang-orang yang bukan ahlinya. Sekadar info saja, aku sendri bukan termasuk 'orang yang ahli' membedakan mereka. Hehehe..

Nakula dan Sadewa  memang mirip banget. Bukan cuma wajah, sifat keras kepala dan keusilan mereka juga sama. Uniknya, sepasang kembar yang begitu identik ini sangat benci disama-samakan. Malah biasanya mereka bersikap seolah kembarannya sendiri adalah musuh. Tapi aku yakin seyakin-yakinnya kalau mereka hanya malu saja. Adik-adikku itu memang manis.

Hahaha... Mereka pasti menendangku keras-keras kalau aku mengatakan kalimat tadi d hadapan mereka.


Pasangan kedua adalah Reva dan Revi. Usia mereka terpaut 5 tahun dariku. Berbeda dengan Nakula dan Sadewa, mereka bukanlah kembar identik. Malah, jarang ada yang langsung menyadari kalau mereka adalah anak kembar. Tetapi lucunya, kulihat mereka malah seperti kembar siam, hampir selalu berdua. Mungkin juga karena mereka masih kecil, masih belum terbiasa terpisah satu sama lain. ...tapi rasanya Nakula dan Sadewa sejak kecil juga sudah memisahkan diri, sih. Entahlah...

Itulah dua pasang adikku. Yang sama-sama kembar, tetapi sangat berbeda.

Lalu ada aku.

Yang terkadang menyalahkan orangtuaku sambil mempertanyakan, mengapa hanya aku yang tidak punya saudara kembar.


Nakula mungkin berbeda dengan Sadewa.

Reva berbeda dengan Revi.

Hubungan Nakula dan Sadewa berbeda dengan hubungan Reva dan Revi.

Tetapi, yang paling jelas berbeda di antara semuanya adalah ... aku.


--FIN--

.

.
Duh. Nulisnya susah bener. Ini apaan, sih. Maaf ya, Aka.. Jadi aneh gini ceritanya *pukpuk Aka*

2 comments:

  1. Woh, nggak ko! Walaupun punch linenya nggak sempet bikin bulu kuduk berdiri. Tapi ceritanya menarik, bisa diterusnin nih Ru... Hehehe

    Masalah EYD, ohok!
    Emm, kalau begitu kita main feeling aja.

    "Bukan berarti aku termasuk 'orang yang ahli' sih. "
    kalimat ini, letaknya sepertinya mengganggu. Bukan di-alinea yang baru harusnya deh.... Mungkin. Kalau coba taruh di kalimat sebelumnya gimana? Sebelum masuk alinea baru?

    Kalopun mau ditaruh di situ, kalo ditambahkan satu kata di depan "uniknya" gimana?
    Jadi : Nah, uniknya....blabla

    Udah segitu aja dulu, yang ini aja mungkin aja akan disanggah sama kau dan ternyata memang bukan "nuansa" yang harus diperbaiki mungkin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih :3
      Ini karakter emang pengin Ru bikin ceritanya kok :p

      Wahahahaha....
      Nggak, kok. Emang yang itu agak aneh. Awalnya emang Ru taro di paragraf sebelumnya, tapi lebih aneh lagi saat kata "Soalnya" ada di awal paragraf. lol.

      Saya hapus saja deh 'soalnya'-nya XD

      Delete