Monday, May 20, 2013

Hanya Permulaan

Gara-gara abis ikutan kuis flash fic dan ngajak-ngajak Zuu, yang bersangkutan jadi mulai rajin nulis flash fic juga. Dan akhirnya kita sepakat bikin tantangan sehari satu flash fic mulai hari ini.
Prompt hari ini: PERMULAAN
 ----------------------

Hanya Permulaan

 

Tidak sia-sia aku menyiapkan foto terbaikku.

"Bapak kelihatan keren sekali di situ," kata istriku sambil menatap koran dengan wajah berseri-seri.

Aku mendengus bangga, ikut memperhatikan foto terbaikku yang tersenyum lebar dengan angka 1 dan kalimat besar di sana, "MSG Nomor 1!"

Sebuah awal mula yang mengesankan. Siapa yang menyangka aku benar-benar lolos seleksi sebagai calon walikota? Bangga, tentu. Ini adalah sebuah langkah pertamaku untuk mengabdikan diri pada masyarakat.

Ini hanya permulaan. Mulai dari sini, aku akan mendedikasikan diriku untuk negeriku.

***

"Yaa ... susah, Pak. Kalo nggak ada pelicin, susah menang, lho."


Aku tercenung mendengar ucapan pimpinan tim suksesku. Haruskah aku mengikuti kata-katanya untuk mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar sebagai 'pelicin'? Sudah sebobrok inikah negeriku?

"Anggaplah amal. Demi mendapat posisi strategis, Pak. Kalo udah di atas, mau membuat aturan apapun juga lebih gampang."

Kalimat lain yang membuatku kembali tepekur.

Ya, ada benarnya juga. Kalau aku terpilih, aku bisa memegang kendali. Dengan memegang kendali, aku bisa membuat aturan-aturanku sendiri. Aku bisa memperbaiki kebobrokan di negeri ini.

Ini hanya permulaan. Setelah ini, negeriku akan lebih baik, karena aku akan membuatnya lebih baik.

***

"Ini uang sisa tahun lalu, Pak. Kita harus menyamakan jumlah yang keluar dengan apa yang ditentukan di RAPBN. Kalau nggak sama, nanti ribet ngurusnya. Karena tahun ini ada sisanya, bagi-bagi aja, Pak. Biasanya juga begitu, kok."

'Biasanya juga begitu'? Biasanya pun sisa dana selalu mengalir ke kantong-kantong aparat negara?

"Itung-itung pengganti uang Bapak kemarin. Bapak pakai pelicin kan? Yaa ... ini kan hak kita juga yang udah mau capek-capek mengurus warga."

Benar juga. Demi menjadi 'pelayan' warga, aku terpaksa mengeluarkan uang. Kalau begitu, adalah hakku untuk mendapat uangku kembali. Hanya kali ini saja.

Ini hanya permulaan. Hanya untuk menggembalikan 'modal' yang sudah kukeluarkan.

***

"Pak, Bapak tidak berminat mencalonkan diri sebagai presiden?"

Aku menatap salah satu orang kepercayaanku itu dengan tatapan heran.

"Kalo Bapak jadi presiden, posisi Bapak lebih kuat. Lebih mudah mengatur negara ini."

Benar juga. Kemarin aku sempat mengajukan aturan yang memihak warga, tetapi gagal. Kalau posisiku lebih tinggi, mengubah negeri ini pasti lebih mudah.

"Tapi, seperti biasa, harus ada uang pelicin, Pak. Bapak kayak nggak tahu negara ini saja. Nanti kalau Bapak sudah dapat posisi yang tinggi...."

Ya, apa salahnya? Modal awal demi memperbaiki negeri ini.

Ini hanya permulaan. Toh aku akan tetap melayani rakyat.

Ini hanya permulaa. Kalau aku berhasil nanti, aku akan memperbaiki kebobrokan negeri ini.

Ini hanya permulaan....


_Selesai_


----------------------
Ini kenapa tiba-tiba dapetnya politik gini? Lol.

Anyway, kalo ada typo tolong dimaklumi, ngetik via HP. Besok kalo ol di PC dicoba dicek lagi.

Terus, "MSG" itu terinspirasi dari buku komik hadits buatan Uda @vbi_djenggoten yang ngasih nama "MSG" buat si calon presiden (bilang aja kau males cari nama, Ru!).

-Edited 21/05/13 08.50

3 comments:

  1. Gak ngertiii~ Apaan tuh MSG? Mecin? Wakakakak *ketauan gak pernah baca

    Tapi belakangnya sempet bikin saya bergidik neee!!
    Good Job!
    Entah kenapa jalan pikiran manusia yang dibumbui nafsu duniawi gitu ya...
    Seremnya ketika kalah sama hawa nafsu -_-

    Oiya, beruntunglah, saya bukan checkpointer EYD wakakkaka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakak. Iyah, pan ada SBY, JK, ini MSG. Hihihi... Tau tuh Uda Vbi Djenggotten, Ru baca komik hadits nya XDD

      Iyaa.. Diawali dengan niat yang baik belom tentu selanjutnya baik juga.


      Iiiih.. Belajar atuh biar lebih bagus juga EYD nya. Belajar jadi editor XD

      Delete
    2. Oh, jadi singkatan dari nama gitu ya? wakakaka

      Hm...kalau saya diawali dengan niat baik diakhiri dengan 'hal yang terunda' wakkakakak

      Belajar EYD itu sebenernya gak sudah, yang sudah itu mengasah ketelitian kitah! *meringkel

      Delete