Monday, May 13, 2013

Babi dan Bahasa Indonesia

Ini blog sebetulnya udah beberapa hari di draft. Tapi ga beres-beres nulisnya. Yosh, mari kita bereskan!

Kali ini Ru mau ngomongin salah satu fenomena di Indonesia (bahasamu, Ru..).

Jadi, beberapa hari yang lalu Ru ke salah satu convenience store. Seperti kebanyakan convenience store lainnya, di salah satu sudutnya ada pojok penjual daging-daging gitu.

Mata Ru langsung tertarik sama tulisan di atas corner mereka. Dimulai dari sisi sebelah kiri, tulisannya "Hasil Laut". Ru ngangguk-ngangguk. Ke kanan sedikit ada "Daging Ayam". Ru kembali ngangguk-ngangguk. Kanannya lagi ada "Daging Sapi". Lagi-lagi Ru ngangguk-ngangguk. Eh, di ujung kanan, tulisannya "Daging Non Halal". Ini yang bikin Ru mengeryit.

Iseng, Ru sengaja nyamperin Nana (yang waktu itu jalan sama Ru dan lagi berdiam di corner "Daging Ayam") sambil lirik-lirik ke corner "Daging Non Halal". Maksudnya sih Ru penasaran, emang di situ dijual apa aja, sih? Apa aja yang termasuk dengan "Daging Non Halal" selain babi? Dan pas Ru lirik-lirik, cuma ada gambar struktur bagian tubuh babi dan tulisan-tulisan yang nggak bisa terbaca karena kecil (kan Ru cuma liat sepintas).

Nah, pertanyaannya, kenapa nggak langsung ditulis "Daging Babi" aja? Apakah ini karena kata "babi" dianggap nggak sopan?

Dan tentang kata yang nggak sopan ini, sebetulnya dipikir-pikir, aneh juga ya. Efek apa sih? Efek dari kecil kita diomelin kalo nyebut kata "babi" (emangnya iya diomelin?)?

Sampe sekarang pun Ru sering denger anak-anak kecil yang minta maaf kalo nyebut kata babi. "Itu kan, maaf ya, babi," gitu misalnya. Lucu aja. Emang ada apa dengan babi sih?

Okelah kata "babi" nggak baik kalo dipake buat menghina orang. Tapi itu kan sama aja kayak kata "monyet". Nggak baik kalo dipake buat menghina orang, tapi kata "monyet" nggak masalah tuh kalo disebut buat nyebut nama binatang atau semacamnya.

Apa karena babi haram buat dikonsumsi? Lha, yang haram kan kalo dikonsumsi ato dipake buat apa gitu, tapi nggak ada aturan haram menyebut kata "babi".

Yaah, sebenernya nggak ada masalah sih. Cuma Ru ngerasa ini aneh dan lucu aja. Kayak orang Indonesia alergi dengan kata babi. Bahkan sepupu kecil Ru suka ganti kata "babi" dengan kata "pig", padahal kan secara arti sama aja. Wakakakak...

Inti dari postingan ini? Hm... Hanya bertanya-tanya sendiri ada apa dengan kata babi.

Okay, mari kita sudahi saja postingan ini sebelum Ru semakin absurd.

Ciao.

2 comments:

  1. susah sih kalo ini, menyangkut budaya sebenernya. Jujur aja gue juga kalo ada orang ngomong babi (walaupun konteksnya bukan ngatain) tetep ngerasa gimana gitu. Mungkin karena dari kecil lingkungannya ngajarin gitu, jadi gak pernah denger kata babi diucapkan secara umum....

    ReplyDelete
  2. Iya. Makanya itu.. Kayaknya sih karena pas kecil dibuat seolah kata "babi" tuh gimanaa gitu. Jadinya kebawa sampe gede. Padahal mah kalo dipikir-pikir biasa aja =))

    ReplyDelete