Wednesday, May 22, 2013

Agamaku dan Agamamu

Lagi pengin aja bahas tentang yang agak berat sedikit. Hihihi...

Belakangan ini makin sering denger orang yang menyerukan kalo "semua agama sama" atau minimal "semua agama benar". Juga menemukan orang-orang yang mengecap orang lain "ekstrimis" dan "nggak bertoleransi" saat ada yang nggak setuju sama kalimat sebelumnya.

Buat Ru sendiri, kalimat "Semua agama sama" itu sama sekali nggak masuk akal. Kenapa? Karena diliat gimanapun juga jelas-jelas beda! Dari cara beribadah, kitab suci, dan Tuhannya. Jadi kalo ada yang bilang semua agama sama itu malah aneh banget menurut Ru.

Tentang "semua agama benar" juga sama aja. Itu sangat amat absurd sekali. Ambil contoh, agama Hindu menganggap sapi sebagai hewan yang suci, sementara agama Islam (dan kebanyakan agama lain) menganggap sapi bukan hewan yang suci. Kalo Hindu dianggap benar, udah jelas dong kalo agama yang menentang itu salah.
Contoh lain lagi, Kristen menganggap Yesus (Nabi Isa) adalah anak Tuhan sementara Islam menganggap Nabi Isa hanya salah satu Nabi, bukan anak Tuhan. Terus, apa bisa dibilang dua-duanya bener? Ya nggak mungkin lah.


Adi mengambil buku Rani.
Adi tidak mengambil buku Rani.
Kalo ada dua kalimat yang bertentangan kayak di atas, apa mungkin dua-duanya bener? Nggak mungkin kan?


Banyak juga yang bilang "Jangan merasa agamamu saja yang benar!". Menurut Ru, ini aneh.
Apa salahnya menganggap agama sendiri benar? Udah jelas kayak yang Ru tulis sebelumnya, nggak mungkin semua agama benar, karena tiap agama pasti ada perbedaannya. Seperti kata Conan, "Kebenaran hanya ada satu!". Hihihi....

Yang mau Ru bilang, sama sekali nggak salah buat berseru dengan bangga, "Aku yakin agamaku yang benar" kalo kalian emang yakin begitu. Kalo kalian nggak yakin agama kalian yang benar, ya ngapain beragama itu kan?

Ru yakin Islam agama yang benar. Tapi Ru nggak maksa semua orang buat meyakini hal yang sama. Silakan kalo orang Kristen, Budha, atau Hindu yakin agamanya yang benar. Malah bagus. Beriman iu kan katanya meyakini dengan ucapan, hati, dan perbuatan. Kalo beriman ya mesti yakin sama agamanya masing-masing.

Apa yakin = percaya semua yang ada? Apapun, secara membabibuta? Kalo menurut Ru sih nggak. beragama juga butuh akal. Wajar kalo mempertanyakan sesuatu, kok. Kalo segala sesuatunya terima jadi aja malah kayaknya aneh. Apa iya bisa bener-bener yakin kalo cuma nelen ucapan orang aja tanpa mempertanyakan asalnya dari mana?

Tentang toleransi, Ru rasa setiap agama yang baik pasti ngajarin itu. Boong kalo Islam dibilang nggak bertoleransi, karena Ru tau Rasulullah mengajarkan itu. Salah satunya dengan hadits yang jelas melarang perusakan rumah ibadah atau penyerangan terhadap pendeta-pendeta agama lain meskipun saat itu lagi perang (kecuali kalo si pendetanya ikut berperang. Tapi rumah ibadah tetep dilarang diganggu gugat).

Nggak semua orang Islam itu baik. Ya. Sama halnya dengan umat yang lain, Ru rasa. Emangnya ada umat agama yang betul-betul baik semua? Kayaknya nggak ada. Terus, saat ada orang (yang ngaku-ngaku) Islam ngebom tempat dengan dalih jihad, apa pantes kalo semua pemeluk agama Islam yang disalahin? Saat para pendeta Budha di Myanmar ngebunuh orang-orang muslim, apa pantes semua pemeluk agama Budha disalahin?

Ibaratnya (nyolong perumpamaan dari tempat lain nih), agama itu mobil, kitab suci/aturan-aturan agama itu buku manualnya. Saat ada sebuah mobil yang udah bagus, dengan manual yang lengkap, nabrak sesuatu, apakah lantas mobil atau manualnya yang disalahin? Pasti yang disalahin orangnya kan? "Orang lain pake mobil dan manual yang sama, nggak nabrak kok". Kecuali kalo yang pake mobil dan manual itu nabrak SEMUA.

Terakhir,
menurut Ru, kalo yang dianggep "ekstrim" adalah orang-orang yang berusaha menegakkan ajaran agamanya, nggak ada salahnya tuh dianggep ekstrim. Asal, baca buku manual baik-baik dan nyetirnya hati-hati, ya. Jangan sampe nabrak :)

8 comments:

  1. Karena benar itu relatif, mungkin lebih aman kalau bilangnya "semua agama mengajarkan kebaikan"? (tapi ini pun kayak kalimat kosong tanpa dasar referensi apa pun.)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep. Kalo dibilang begitu sih masih bisa masuk akal. Tapi ya seperti yang kau bilang, kita nggak tau ajaran agama lain seperti apa. Tapi kalo agamanya baik ya harusnya ngajarin kebaikan sih. (kebaikan relatif ga?)

      Delete
    2. Kalo manusia bumi punya buku pedoman yg menjabarkan tentang arti kebaikan berikut contoh-contohnya, bersifat universal dan mengikat semua orang, maka jawabannya "Nggak, kebaikan itu nggak relatif" 8))

      Delete
    3. Pfft. Kalo gitu sama aja dong =))

      Delete
  2. Orang yang menyatakan "Semua agama benar" ada kalimat lanjutannya gak (maksud omongan dia)?
    Seperti yang dibilang tadi, mungkin aja maksudnya "Semua agama mengajarkan kebenaran". Emang balik lagi individunya masing-masing, mungkin yang ngomong itu justru gak mendalami agamanya sendiri #plaak (Gak tau letak perbedaan agama satu dengan yang lain). Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang maksudnya begitu, tapi banyak juga yang maksudnya "Nggak usah sok bener lo!".

      Yah, dicurigai begitu. Kalo dia bilang "semua agama benar" kok jadi pengin mempertanyakan, "terus kenapa kau pilih agamamu kalo semuanya benar?"

      Delete
    2. "terus kenapa kau pilih agamamu kalo semuanya benar?"

      "Karena nggak milih. Soalnya dari lahir, sih" - Satu dari sekian kemungkinan jawaban.

      Delete
    3. "Emang ada yang maksa kamu tetep di agamamu sekarang? Kenapa nggak keluar aja?"

      "Karena orangtua marah kalo aku keluar."

      *kemudian sepak*

      Delete