Friday, April 12, 2013

Mimpi dan Real Life

Selamat tengah malam~

Hari ini Ru tepar gara-gara nggak enak badan. Jam 8an udah tidur dan akhirnya bangun jam segini. Sejak siang pun udah niat mau ngeblog, tapi akhirnya baru terealisasi. Ini juga dari hp karena terlalu males buka laptop (dan merasa kalo udah buka laptop bisa-bisa keterusan).

Kali ini, seperti postingan-postingan sebelumnya, masih membicarakan tentang mimpi dan pekerjaan.

Kok Ru jadi hobi ngomongin ini ya? Ke mana dirimu yang super random itu, Ru? Apakah ini pertanda kalau Ru sudah lebih dewasa, jadinya mulai serius memikirkan kehidupan? Hihihi...

Yah, apapun alasannya, Ru emang lagi banyak mikirin itu.

Sampai saat ini, Ru masih belom dapet banyak kerjaan di kantor. Wiih, seneng dong? Nggak juga. Karena di tengah waktu luang itu, Ru bener-bener nggak tau mau ngapain.

Mau baca novel, nggak enak. Orang-orang pada sibuk, masa Ru baca novel? Ngetik di komputer sih nggak terlalu ngerasa out of place, tapi sayangnya, Ru tipe orang yang nggak bisa nulis (cerita dan semacamnya) saat situasi memungkinkan orang-orang sekitar buat ngeliat Ru. Jangankan di kantor, di rumah juga gitu. Lebih nyaman nulis di kamar.

Bukan berarti Ru nggak bisa nulis di tempat ramai. Ru suka nulis di kelas. Pernah juga nulis di foodcourt yang rame. Tapi Ru bisa nulis dengan nyaman karena di kelas, orang-orang sibuk merhatiin guru dan di foodcourt, jarang ada orang yang kepo liat-liat orang lagi ngapain.

Intinya, saya susah nulis di kantor. Ato mungkin hanya belum terbiasa. Dan jadinya, Ru sangat luang di kantor.

Terus, kau mau dapet tumpukan kerjaan gitu, Ru?

Nggak juga. Tapi, selama luang tadi, Ru jadi mikir kalo kerja kok terkesan wasting time gitu buat Ru.

I have a buch of dreams. Nggak bisa nulis, baca, juga ngelanjutin proyek padahal nganggur. Rasanya kok betul-betul sayang ya..

Sampe rumah juga biasanya Ru tepar. Boro-boro pegang laptop. Jadi sedih...

Sebetulnya kantor Ru sampe saat ini asyik-asyik aja. Bener-bener bersyukur deh dapet tempat yang suasananya enak begitu.

Tapi, apa yang akan Ru dapet kalo kerja seterusnya di sini? Mungkin bukan yang Ru cari, bukan yang Ru cinta, bukan yang Ru impikan.

Ah, mimpi. Seringkali para orang tua mengingatkan anak muda, "Jangan terlalu idealis". Bukan hal yang salah, memang. Di dunia nyata, jarang ada orang yang mendapatkan sesuatu yang ideal (baginya pribadi). Tapi apa salahnya mencoba jadi beberapa orang yang beruntung itu?

Mungkin juga Ru hanya belum terbiasa. Belum dapat pace-nya.

Mungkin nanti Ru akan bisa menemukan waktu yang tepat untuk nulis, untuk baca, untuk melanjutkan proyek di sela-sela waktu kerja.

Atau justru Ru akan semakin kehilangan dan jauh dari mimpi-mimpi Ru?

Saat itu terjadi, mungkin Ru akan mundur. Bukan dari mimpi Ru, tapi dari pekerjaan.

Mikirin mundur aja sih sebetulnya sayang. Belum tentu Ru bisa dapet tempat senyaman itu lagi. Tapi kalo hanya menghambat mimpi yang Ru kejar, untuk apa?

Omong-omong, terpikir satu hal: Apakah orang-orang yang bekerja di sebuah perusahaan memiliki mimpi membangun perusahaan itu, atau minimal punya mimpi yang bisa dikejar dengan bergabung di sana? Ataukah mereka hanya bergabung karena bekerja adalah sebuah keharusan dari siklus kehidupan?

Mungkin lebih banyak yang kedua, ya. Dan orang-orang yang termasuk dalam golongan kedua ini, apakah mereka memang nggak punya mimpi? Atau menyerah di tengah jalan karena...sibuk dengan pekerjaan yang sekarang, mungkin.

Yah...

Mungkin Ru akan liat nanti. Apakah Ru bisa menemukan celah untuk mengembangkan mimpi Ru, atau Ru terpaksa lepaskan untuk mengejar mimpi Ru.

Semoga aja Ru nggak jadi golongan yang melepaskan mimpi karena sudah terlanjur terbiasa dengan siklus kehidupan.
Selamat tidur (lagi).

10 comments:

  1. Wink..
    What time do you repost this (bahasa inggris apaan sih)
    hihihi

    well, thats the reallity..
    Sebenernya ngga ada yang salah dengan kerja 'ngantor'.. Cuma gimana ya caranya dan kapan waktunya kita tetep bisa ngembangin sesuatu yang kita suka kadang yang jadi masalah..

    Kecuali kita nemu tempat kerja yang sesuai sama apa yang kita suka..

    Sementara sabar dulu ajaa ruru.. Pasti banyak pelajaran yang bisa ambil.. Hehee (gaya banget yaaa.. Ini omongannya orang kaga ngantoran alias pengangguran hehee #timpuksendal)

    Even now we live together with mostly golongan kedua people..mudah-mudahan kita tetap bertahan jadi golongan pertama yaa which is "dream cather" dan semoga Allah permudah untuk ngejemput mimpi2 (lagi-lagi ngomong apa sih hehehe)

    Oke deh. Tetep semangat ruru...
    Masa muda tak kan terulang.. Rancang masa depan mu sendiri.. Atau orang lain yang merancangnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Kok bahasa Inggrisnya jadi begitu?

      Nggak ada yang salah dengan ngantor, kalau orangnya emang punya passion di situ. Nggak ada yang salah dengan kantor Ru, karena sampe sekarang, suasananya terasa nyaman.

      Hihihi... Iya.. Mau coba mengorganisir diri. Supaya bisa nemu celah-celah biar bisa tetep mendekat ke impian Ru walopun kerja. Semoga kita semua jadi dream catcher. Aamiin..

      Cuma agak nggak enak kalo proyek kita jadi keteteran gara2 Ru. Okelah mimpi Ru, Ru sendiri yang tanggung. Tapi kalo mimpi kita terhambat gara2 Ru, kan nggak enak juga.

      Yup. Bismillah. Semoga semua yang Ru tulis di buku Dream Catcher bisa jadi kenyataan. Aamiin...

      Delete
  2. About our projeck....
    Mudah-mudahan baik-baik ajaa ^^
    Kan masih pada penyesuain.. Proyek sekarang emang (agak) sedikit taihen yaa..
    Ya pelan-pelan aja dikerjain.
    sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit
    nanti kita tinggal evaluasi aja..

    Bismillah....

    Aamiin...
    I love being a dreamer nd on the way to be a dream chachter...

    Semangaaat....

    ReplyDelete
  3. Cieee.... ternyata Rizka punya blog juga XD

    Jangan nyerah lah Ru....
    Pokoknya mah terus cari celah aja.
    Ini semoga gue keterima beneran di tempat yang satu lagi itu, seenggaknya jadi mendekati lah sama apa yang gue pengen, hahaha XD LO juga harus cari yang mendekati juga~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ganbarimasu!! ><
      Bikin penerbitan aja yuuu~~ Hahahaha #sokkaya

      Delete
  4. tau ga, Ru?
    orang-orang kayak Ru itu udah jaraaaaaaaang banget lho
    ntah kenapa baca ini aku jadi terharu bahagia :')

    yang jangan pernah sampai dilupain itu ya emang mimpi kita
    apalah artinya hidup tanpa mimpi? pasti rasanya garing bangeeeet
    aku juga heran gimana caranya orang-orang lain yang workaholic atau yah, yang 'lain' itu bisa tahan dengan kehidupan mereka
    apa mereka ga punya mimpi? apa mereka udah lupa caranya bermimpi?
    apa pun itu, jangan letih menjaga mimpi Ru

    aku masih inget pas pertama kalinya mimpiku berbenturan sama realita, ada yang bilang:
    "Sering denger pepatah di mana ada kemauan di situ ada jalan? Nah, kenyataannya emang gitu. Kalo kamu punya cukup kemauan, pasti ada jalannya. Kalo passion-mu cukup, pasti bisa. Ini bukan soal realita atau idealita, tapi soal dirimu sendiri."

    *aduh ga tau deh ini nyambung atau enggak >_>*

    anyway, good luck, Ru!
    ini juga salah satu tahap pencapaian mimpi Ru, kan? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Makasih, Wardah. Jadi terharu juga:') #eh

      Sedang dalam masa-masa gamang. Kalo pilihannya 'baik' dan 'buruk' sih bisa dengan mantap pilih yang 'baik'. Tapi kalo 'baik' dan 'baik' jadinya bingung. Hehehe....

      Tapi serius, sangat amat nggak mau ngelepasin mimpi-mimpi itu. Cuma pertanyaannya sekarang, mencoba untuk berbagi waktu dengan 'realita', atau melepaskan 'realita' demi fokus mengejar mimpi.

      Gamang.

      Delete
    2. hihihi, selamat memilih ya Ru!
      kalo berpikir dengan kepala dingin pasti dapat pilihan yang terbaik, insya Allah :D
      jangan lupa konsultasi sama Dia juga, Dia yang lebih tau yang terbaik buat kita

      Delete
  5. Waaah jadi ceritanya ini semua pemimpi yaaa disini... Anyway mudah-mudahan.pemimpi ngga disangka terlalu mengada-ada dengan kenyataan yaaa hehehe...

    @nanaa
    punya tapi ngga ada postingannya huahaha..udah diapusin malu postingan jalan2 ke Kidzania

    ReplyDelete