Wednesday, March 13, 2013

Dilema

Dan ternyata tulisan yang Ru tulis tanggal 13/3/13 ini kaga ke-publish. Cuma jadi draft doang. Haha! Stupid me. Mari kita post dulu sebelum nulis entry laen~~ *set publish 13/3/13*

-----

Hai, Ruru di sini, masih dalam masa-masa labilnya.

Yeah... Ini kembali ke postingan awal Ru.... Akhirnya saya tak jadi mengajar di sekolah. Alasannya? Satu dan lain hal (apa?).

Kemudian saya kembali mengalami situasi dilematis. Ah.. Manusia...

Jadi, Ru putusin untuk cari kerjaan yang 'bener' sekarang. Kerjaan yang bener itu seperti apa? Kerjaan yang gajinya tetap. Dan itu artinya kudu kantoran, nggak bisa freelance atau semacamnya. Kenapa Ru yang niatnya nggak mau terikat ini tiba-tiba mutusin buat kantoran? Karena satu dan lain hal (mengulang jawaban atas /disepak). Intinya...ada hal yang bikin Ru mesti mengedepankan logika dibanding keinginan pribadi. Dan itu nggak gampang. Serius rasanya Ru pengin banget kerja di penerbitan aja. Gimana caranya ya? Saya awam sekali sih...

Kalo di penerbitan, kantoran pun nggak masalah deh. Toh apapun kalo udah cinta, walopun susah pasti diusahain kan? Ru cinta dunia kebahasaan, dunia kepenulisan, dan kawan-kawannya. Udah pernah coba ngelamar di 3 penerbitan dan belum ada yang dipanggil. Yah, susah emang kalo pengalamannya nihil. Sebetulnya nggak nihil-nihil amat. Pernah jadi editor di 2 edisi Infamagz kan lumayan. Tapi emang karena itu non-profit dan bukan profesional, sulit untuk dihitung mungkin.

Mengalah dengan keinginan pribadi, Ru taruh CV ke beberapa perusahaan. Rasanya? Dag dig dug. Antara ingin mencoba dan berharap nggak diterima. Haha... Dilematis.

Bukannya Ru nggak punya mimpi sama sekali. Pengin bikin semacam sekolah bahasa Jepang, jadi penulis dan penerjemah yang bermanfaat, dan bikin penerbitan sendiri. Aamiin.

See? Dengan mimpi itu, apa hubungannya sama kantoran? Nggak ada. Tapi kata kaasan, nggak boleh pilih-pilih kerjaan. Lagi-lagi dilematis.

Alhamdulillah udah ikut Forum Lingkar Pena. Seenggaknya ada yang selalu memotivasi untuk tetep nulis, nulis, dan nulis lagi. Alhamdulillah udah punya temen-temen seperjuangan yang punya mimpi yang sama: bikin sekolah, atau minimal kursus bahasa Jepang. Dan sekarang juga sedang berusaha berproses ke sana.

Tapi itu bukan pekerjaan yang (seenggaknya sekarang ini) memberi penghasilan yang tetap. Dan itu artinya, Ru butuh pekerjaan lain yang tetap. Kalo kata ortu, yang 'bener', yang bisa masuk CV. Cuma...Ru agak khawatir. Takut kalau nanti diterima di perusahaan, malah nggak punya waktu untuk ngejar mimpi-mimpi Ru. Huff...

Bismillah...
Ru cuma berharap, semoga pekerjaan apapun yang Ru dapat nanti, Ru masih punya waktu untuk ngejar mimpi-mimpi Ru itu. Lebih bagus lagi kalau mendukung mimpi-mimpi Ru. Hehe...

Anyway, rencananya kalau nggak dapet kerjaan tetap juga, Desember nanti bakal S2, ambil linguistik (aamiin). Kalau dapet kerjaan pun maunya nanti tetep ambil S2 sih. Tapi entah kapan.

Bismillah aja deh.
Bismillah (lagi).

No comments:

Post a Comment