Wednesday, November 23, 2011

Susahnya Jadi Admin

Udah lama pengen nulis tentang ini. Sejak berminggu-minggu yang lalu. Sempet juga sekitar 2 minggu lalu(?) ngetweet beberapa tentang ini. Tapi kayaknya Ru emang belom puas. Jadi pengen nulis yang lebih lengkap di blog.

Ini isinya pengalaman Ru pribadi dan pandangan Ru sendiri tentang admin.  Mungkin ada yang bingung liat judulnya dan mikir, “apa susahnya sih jadi admin? Tinggal bikin grup dan ngatur-ngatur doang”. Well, ‘jadi admin’ emang gampang, sih. Kalo gitu kita ubah judulnya “Susahnya Jadi Admin Yang Baik”.

Pertama-tama, Ru mau ceritain pengalaman Ru dulu. Ru baru 2 kali jadi admin…eh, 3 kali sih. Yang awal itu pas masih bocah SMP. Forumnya juga membernya nggak terlalu banyak & rata2 sesama anak SMP, isinya cuma buat berfandom random doang, jadi nggak pernah ada masalah. Dan cuma bertahan ga sampe setaun kayaknya, karena makin sepi, entah kenapa, saya lupa.

Yang kedua Ru bikin forum lagi. Kali ini lebih terkonsep. Tapi karena emang sasarannya minoritas, jadi itu forum sepi dan Ru juga ternyata nggak bisa jadi admin sendirian ngadepin orang yang bertingkah. Sekarang sih forumnya udah mati, tapi sama ‘mantan’ member-member di sana masih berhubungan baik via twitter terutama.

Yang ketiga, yang Ru buat itu grup. Ide awalnya bukan Ru yang ngajuin, tapi Yame-nee. Grup buat nge-RP fandom KHR. Awalnya kita admin bertiga, tapi di tengah-tengah jalan Nana mundur karena udah males ngikutin KHR lagi. Dan sampe sekarang Alhamdulillah grupnya masih idup, walopun mulai pasang surut. Kalo lagi rame ya rame, kalo lagi sepi ya sepi. Di grup ini Ru banyak belajar soal jadi admin.

Ini pendapat Ru berdasarkan pengalaman sendiri, baik pengalaman sebagai admin maupun sebagai member yang dibawahi admin. Panjang banget sih. Kalau mau baca poin-poinnya aja silakan.

Admin yang baik itu:

1. Tau pasti tujuan utama grup/fp/forum,dll-nya.

Setiap komunitas pasti punya tujuan. Contohnya grup RP Ru dkk, tujuan kita bikin wadah buat nge-RP (di sini khususnya KHR sih) dengan se-IC mungkin. Mungkin ada komunitas dengan tujuan nge-random, tempat tuker informasi, atau malah sekalian semacam training kecil penulisan misalnya, itu sah-sah aja. Terserah. Tapi dari tujuan ini semuanya berawal dan ke tujuan ini semuanya menuju.


2. Buat rules dengan baik


Di komunitas manapun, aturan itu PENTING.

Kan udah ada admin?
Admin juga manusia, bisa salah. Admin BERHAK dan WAJIB nentuin aturan. Kalo udah ada aturan, admin kan nggak perlu repot-repot ngejelasin panjang lebar kalo member salah. Cukup kasih peringatan “tolong baca rules nomer sekian”. Dan lagi, member jadi tau apa yang boleh dan nggak boleh dilakuin di sana. Kadang, sebagai member, admin pun bisa salah dan member lain berhak menegur.

Nah, aturan ini harus sesuai dengan tujuan. Karena grup RP Ru dkk tujuannya cukup susah: RP, tapi se-IC mungkin; banyak banget aturan yang mesti kita terapin. Itu semata-mata supaya grup kita nyaman.

Apa perlunya aturan di sebuah fanbase yang cuma punya admin, nggak punya ‘member’?
Ada. Pertama, untuk mengikat adminnya sendiri supaya nggak lupa sama aturannya, terutama kalo adminnya lebih dari satu. Kedua, untuk mencegah fanbase itu ‘keluar jalur’.

Maksudnya?
Misalnya, suatu fanbase tujuannya ingin memberi info canon. Saat ada yang menanyakan atau meminta sesuatu yang sifatnya fanon, admin bisa bilang, “maaf, sesuai aturan, kita hanya akan memberikan info yang canon.” dan si penanya akan lebih menerima karena memang ada aturannya.


3. Bersikap netral

Admin harus selalu bersikap netral. Nggak peduli admin itu benci sama si member, nggak peduli member itu sangat dihormatin sama si admin, nggak peduli si member lebih tua atau lebih muda, admin HARUS bersikap netral. Jangan sampe member meremehkan si admin gara-gara admin tersebut jelas sekali pilih kasih.

Masa orang yang dihormati & lebih tua mesti diperlakuin sama kayak yang lebih muda?
Yep, SAMA. Sama yang lebih muda pun kita juga mesti ngomong sopan kan? Ato boleh gitu ngomong kasar ke yang lebih muda? Nggak juga kan? Mau lebih tua, lebih muda, orang yang punya ‘nama’, ato apapun itu, perlakuan mesti sama: sesopan mungkin. Berkali-kali ditegur tetep melakukan hal yang sama, tindak tegas sesuai aturan itu wajar. Yang penting, saat jadi admin, jangan ngebeda-bedain member.

Satu lagi ke-netral-an yang penting: kalau komunitas kita menempatkan diri diantara 2 grup: misalnya non-fujoshi dan fujoshi, kita harus betul-betul menjaga perasaan dua-duanya. Nggak boleh terlalu condong sama yang satunya. Paling aman ya ditulis di rules dengan detail mana yang boleh dan mana yang nggak boleh, supaya dua grup yang bersangkutan nggak ngerasa dianaktirikan.


4. Pisahkan ‘admin’ dan ‘diri pribadi’/’member’

Menurut Ru yang satu ini PENTING BANGET dan SUSAH. Sebagai seorang admin, kita juga harus tau kalo kita punya dua peran di komunitas: sebagai admin dan sebagai member, dan kita harus pisahin dua hal itu.

Buat apa? Toh aku nggak ngapa-ngapain?
Bagi kita mungkin nggak, tapi bagi member? Kadang kita ngungkapin pendapat di komunitas. Kalau kita nggak misahin peran ‘member’ dan ‘admin’, para member bakal mikir kalau apapun yang kita sampein itu adalah ‘kata-kata admin’. Mungkin kita nggak bermaksud memaksakan pendapat kita, tapi member suka berpikir, “ah, adminnya udah bilang kayak gitu. Ya udah”.  Member jadi kurang bebas nyampein pendapat, karena berpikir yang dihadapinnya itu admin.

Terus, kapan bisa jadi admin dan kapan bisa jadi member?
Saat di luar komunitas, kita selalu jadi ‘diri sendiri’, bukan ‘admin’. Dan saat di dalam komunitas, ada ‘admin’ dan ‘member’. Sisi ‘admin’ itu saat kita menegur member yang salah, mengatur sesuatu di komunitas, melerai member yang berantem, dan hal-hal yang berkaitan dengan ‘tugas ke-admin-an’ lainnya. Di luar itu, kita jadi member biasa.

Cara pisahinnya?
Paling gampang adalah gaya bicara (atau kalau komunitas tertulis ya gaya tulisan). Kalau kita lagi jadi member, kita bisa pake gaya bicara yang biasa aja, kayak kita pribadi. Mau bergejeh sama para member lain juga silakan. Tapi waktu kita lagi berperan jadi admin, ubah cara bicara kita. Misalnya jadi lebih formal. JANGAN ada ketawa. Kalau ngomong langsung mungkin orang bisa ngebedain mana ketawa yang betul-betul lelucon dan mana yang candaan ringan. Tapi kalau lewat tulisan, itu susah. Yang ada kita jadi terkesan nggak tegas. Pakai emotion kalau sifatnya masih biasa, jangan pernah pakai emotion kalau mau betul-betul kelihatan tegas.


5. Jangan pernah menulis/membiarkan member memancing ‘perang’

Tugas utama admin itu MENJAGA KETENTRAMAN KOMUNITASNYA. Jangan sampai, saat kita jadi admin, kita menulis sesuatu yang bisa memancing ‘perang’. Jangankan menulis yang seperti itu, membiarkan member menulis seperti itu aja harusnya nggak boleh.

Yang memancing ‘perang’ itu yang seperti apa?
Menjelek-jelekan sesuatu. Apapun. Meskipun adanya di luar komunitas kita. Misalnya kita ada di komunitas fandom A, lalu kita menjelek-jelekan fandom B.  Meskipun mungkin kita beranggapan “biarin aja, emang kita udah  lama ‘perang’, kok”, tapi nggak semua member di komunitas kita berpikiran sama. Bisa aja ada member yang suka fandom A dan B, pas liat komentar negatif tentang fandom B yang didukung sebagian besar member fandom A, akhirnya si member ini jadi ilfil dan ngadu ke fandom B.

Kalimat seperti “Untung ya grup kita blablabla. Grup sebelah blablabla lho” itu aja nggak pantas diucapin seorang admin. Mau berpendapat seperti itu sebagai diri pribadi, di luar komunitas, silakan. Tapi kalau di dalam komunitas, terutama sebagai admin, itu sangat nggak pantas. Karena bisa membuat perang dengan komunitas lain.

Pastinya yang di dalam komunitas juga nggak boleh. Contoh, di fandom A ada karakter B dan C. Seorang member yang ada di komunitas fandom A aja sebetulnya nggak boleh bilang “nggak suka karakter C”, apalagi admin. Kalau member yang bilang begitu, mungkin yang bakal terjadi cuma perang antar member yang bisa dilerai admin. Tapi kalau admin yang bilang begitu, pendukung karakter B bakal seneng dan ikut memanas-manasi, sementara pendukung karakter C bakal dongkol setengah mati, dan bisa jadi males ke komunitas lagi.


6. Hargai semua pendapat atau masukan

Sebagai admin, kita berhak memutuskan bakal nerima atau nggak suatu saran yang berhubungan dengan komunitas kita. Tapi nggak lantas meremehkan member. Kalau ada yang member masukan utuk admin, tanggapi sebagai admin. Okelah kalau mau berpikir “Gue kan admin. Gue yang nentuin aturan.” boleh aja kalo emang nganggep yang kalian buat udah bagus. Tapi tetep HARUS menanggapi si pemberi pendapat SEBAGAI ADMIN. Kenapa Ru nulis ‘sebagai admin’ gede-gede? Karena, saat orang mengusulkan sesuatu kepada ‘admin’ dan dijawabnya seolah sebagai ‘diri  sendiri’, si pemberi saran nggak ngerasa pendapatnya sampai ke ‘admin’. Dia bakal mikir, “Gue mau ngomong sama lo sebagai admin, bukan sebagai diri lo pribadi!”


7. Jangan mencampurbaurkan masalah pribadi

Ini nih yang susah. Yang namanya admin juga manusia. Bisa kesel juga. Tapi admin dituntut tetap netral. Meskipun kita sebel sama member atau siapapun, saat kita harus berperan sebagai admin ya harus tetap netral. Admin nggak boleh terlihat emosi kecuali sama member yang emang ‘ngeyel’ nggak ngikutin aturan. Kalau yang admin nggak suka itu tetap ngikutin aturan, ya admin mesti tetap menyamakan dia dengan member lainnya.

Inilah pentingnya membagi peran ‘admin’ dan ‘pribadi’. Saat kita ada di luar konteks komunitas, mau benci sebenci-bencinya sama orang itu terserah. Tapi jangan saat kita sebagai admin.

Jadi, kalau saya lagi berperan sebagai ‘member’, bukan ‘admin’, boleh dong nulis benci dia?
Nggak. Karena, seperti yang udah dibahas sebelumnya, jangan pancing perang. Member memancing perang bisa dilerai admin. Okelah saat itu kita sebagai ‘member’, tapi nanti yang mesti melerai diri kita sendiri gitu? Nggak lucu kan?


8. Sebaiknya lebih dari satu, tapi jangan terlalu banyak

Ini masih berkaitan sama nomer sebelumnya. Manusia wajar kalau emosi. Saat kita emosi, sebaiknya jangan pernah berperan jadi admin. Jadi member pun sebetulnya jangan, sih. Nah, saat kita emosi dan nggak bisa bersikap netral, perlu orang yang menggantikan kita. Jadi nggak ada tuh admin yang emosi. Itu gunanya admin lebih dari satu. Bisa saling menyemangati juga, karena ada kalanya capek ato muak jadi admin (oke, itu pengalaman pribadi. Wkwkwk….)

Tapiii, manusia juga punya pikiran masing-masing. Beda kepala beda isi. Dua kepala yang berbeda masih bisa disatuin deh. Itu pun sebaiknya sering-sering komunikasi. Lebih dari dua mungkin agak susah, tapi selama jaga tetep komunikasi, rasanya nggak apa-apa. Kalau hanya untuk mengurus sebagian, nggak perlulah diangkat jadi admin. Jadi moderator atau semacamnya kan bisa. Jadi, moderator itu tanggung jawab langsung ke admin. Karena kalau semuanya merasa di posisi ‘atas’, bisa jadi ada benturan-benturan pendapat.


9. Admin nggak mesti banyak tau, yang banyak tau nggak mesti jadi admin

Kenapa admin boleh nggak banyak tau?
Karena yang namanya info bisa didapat dari mana aja. Sering banget kok member justru lebih tau dari admin. Emangnya kalau member lebih tau dari admin kenapa? Yah, lain halnya kalau di komunitas kalian si admin emang ‘tugas’nya bagi info. Berarti itu salah satu syarat di aturan menjadi admin. Tapi kalau di komunitas itu admin sebagai pengatur dan siapapun bisa sharing info, bukan ‘dosa’ kan kalau admin justru tau hal-hal baru dari member. Yang paling penting admin itu nggak buta sama sekali soal komunitas dan bisa memenuhi hal-hal di atas.

Yang banyak tau nggak mesti jadi admin, karena meskipun yang bersangkutan tau banyaaaaak banget info tentang komunitas itu, kalau dia nggak kompeten, gimana? Okelah dia tau banyak hal, dia pinter. Tapi kalau dia nggak bisa jaga emosi, nggak bisa bersikap netral, nggak bisa membedakan kapan jadi admin dan kapan jadi diri pribadi, buat apa? Yang ada, member-member pada kabur karena nggak nyaman sama adminnya dan mikir “gue bisa cari info di tempat lain kok. Nggak mesti sama lo.”

_._._

Kalo menurut Ru, Admin itu menjaga image suatu komunitas. Saat seseorang ngeliat di komunitas itu adminnya bisa diandalin, orang itu bakal nyaman karena tau ada orang yang bisa dipercaya buat jaga kenyamanan di sana. Saat seseorang ngeliat komunitas itu adminnya nggak bisa diandalin, orang akan mikir “terus siapa yang bakal jaga kenyamanan di sini?”

Oke, kayaknya sangat panjang sekali. Semoga ada yang betah baca sampe abis sih ^^;

Ini pendapat Ru pribadi. Mungkin ada yang ngerasa "Sok banget, baru juga 3 kali jadi admin. Cuma sebentar2 pula!" Iya, mungkin terkesan sok. Tapi ini yang Ru dapet dari pengalaman yang cuma sedikit itu. Kalau ada yang ngerasa perlu dikritik atau mau ngasih tambahan, boleh banget! Atau penulisannya kurang enak dibaca mungkin?

Akhir kata, semoga bermanfaat :)

14 comments:

  1. LOVELY BANGET!!!!!!!!!
    Ru... am I good admin? (digampar)
    tp nomer 7 dan 4 is my favorite despite all items that U wrote.
    Kalau saya mau ikutan curcol sih boleh.. tp jangan deh... wakakka
    "Sejak dulu begitulah admin... deritanya tiada akhir" lol

    ReplyDelete
  2. Kesimpulan : jangan jadi admin #ditabok
    Dari dulu enggak pernah punya niat jadi admin sih... jadi moderator aja udah susah. Karna gue enggak pernah pengen ribet dan udah tau kalo jadi admin itu emang ribet. Wahahahahaha~ Asal bisa bersenang2, jadi anggota sudah lebih dari cukup XD

    Untuk urusan jadi admin mendingan gue seret aja orang yang kompeten & emang mampu. Ohohohoho #gakmaurepotbangetinianak

    ReplyDelete
  3. @Neesan: Hahaha... Menurut Ru, yap.
    Wkwkwk.. Curhat apa, Neesan? :p
    Oia, ada yang mau Neesan tambahin? Berdasarkan pengalaman Neesan, apa lagi yang diperluin buat jadi admin yang baik?

    @Nana: Dasar orang ga suka ribet. Wkwkwk..
    Nah, kau sendiri ada masukan nggak? Tambahan yang sering dirasa kurang dari admin, diliat dari sudut pandang member?

    ReplyDelete
  4. Ah, lupa satu hal:
    Sebetulnya masih berhubungan sama memisahkan 'admin' dan 'diri pribadi', saat diajak diskusi dengan admin dari komunitas lain, SELALU tanggapi SEBAGAI ADMIN. Pokoknya, lihat situasi. Kalo member/admin komunitas lain/siapapun lagi bicara kepada admin, tanggapi sebagai admin juga.
    Kayak yang Ru bilang di poin no. 6, kalo ditanggapin secara santai sebagai 'diri sendiri', orang yang ngajak ngomong itu bakal ngerasa apa yang dia omongin nggak sampe ke ADMIN. Dan itu bisa bikin mereka tersinggung, males, atau malah ngetawain karena si admin yang ga bisa nempatin diri.
    (Mau ngedit tapi belom sempet buka lappie)

    ReplyDelete
  5. Blog yg sangat bermanfaat Ru chan~~~~~

    Ak blom pernah jadi admin sich.....tapi ak setuju dengan poin2 yg kau sampaikan :D

    ReplyDelete
  6. Selama ini, ada satu admin yang gue kagumin dari dulu sampe sekarang. Kalo ngeliat dari aksinya dia... hmmm, apa ya yang perlu ditambahin...

    Mungkin bukan saran supaya jd admin yang baik, tapi lebih tepat kalo dibilang saran supaya jd admin yg menyenangkan. Jangan merasa superior.

    Emang admin yg ngurus segala sesuatu di dlm komunitas itu, tapi sebagai fans kedudukan admin sama anggota itu sama aja. Jadi usahain pake bahasa yang enggak terkesan superior ato apa. Udah, itu aja paling. Tapi kayaknya sih mirip2 sama poin ke-9 sih.

    ReplyDelete
  7. @Yuki: Nanti kalo jadi admin jgn lupa yah. Hehe..^^

    @Nana: *nods* Kalo menurut Ru, itu termasuk poin 4 juga sih. Pokoknya selama nggak lagi bertugas sebagai admin, ya berperanlah jadi member biasa..

    ReplyDelete
  8. Nice post~! >__<
    Cuma jadi admin dari blog sendiri aja kadang bikin pusing. Kadang ada pengunjung yang request sesuatu di luar isi/tema blog kita, padahal udah jelas2 ditulis di deskripsi blog, apa2 aja yang 'tersedia' di blog tsb, eeh~masih ada juga yg minta selain itu... -_-

    ReplyDelete
  9. Makasih (^-^)
    Wah, ada yang kayak gitu juga, ya? Blog-ku selalu random & aku posting apa aja yang aku mau sih, ga pernah khusus sesuatu. Dan ga pernah ada yang minta sesuatu juga XD;;

    ReplyDelete
  10. wacs,... aku ditanya tho. sry kmaren hiatus lama dr MP

    ga ada sih Ru. Ur artcile is already PERFECT

    ReplyDelete
  11. Tak apa.

    Hahaha... Belom tentu, Neesan. Ato mungkin susah dimengerti kali ya?

    ReplyDelete
  12. ndak kok gampang. maybe I should write Do and Dont thing as Admin kali yeeee

    ReplyDelete