Sunday, May 11, 2008

[Fanfic] Ouran VS Seigaku part 1

Disclamer: Bisco Hatori (Ouran Koukou Host Club) & Takeshi Konomi (The Prince of Tennis)

Genre: Humor (?)

Well, tiba-tiba Ru mikir seru aja kalo anak-anak Ouran ketemu sama anak Seigaku. Tapi, walopun Ru punya bayangan yang cukup lucu di kepala Ru tentang gimana pertandingan mereka, tetep aja susah buat ngegambarinnya dalam bentuk tulisan. Terus, Ru juga nggak ahli nulis genre humor, jadi…maaph kalo kurang lucu yah….

____________________________________________________________________ 

Haruhi menghela napas panjang menatap pemandangan indah di sekelilingnya. Lagi-lagi anak-anak host club seenaknya menyeretnya untuk berlibur. Kali ini di vila milik keluarga Tamaki yang terletak di gunung.

 “Paling tidak mereka tidak mengajak para pelanggan host club,” pikir Haruhi, mencoba melihat sisi positifnya.

“Wuaah! Di gunung ini ada vila mewah seperti ini ya?” Seorang anak berambut kemerahan tiba-tiba muncul di depan vila. Anak-anak host club yang saat itu sedang mengadakan tea party di halaman depan langsung menoleh ke asal suara.

“Eiji! Tidak sopan masuk ke wilayah orang seenaknya!” Di belakang anak berambut kemerahan itu muncul seorang anak laki-laki lain dengan potongan rambut yang aneh. “Ah, maaf, kami masuk seenaknya,” kata anak itu saat menyadari bahwa seluruh anggota host club menatap mereka.

“Ooishi-senpai! Ada apa?” Muncul lagi segerombolan anak laki-laki yang menggenggam raket.

“Momo! Tidak, tidak apa-apa,” kata Ooishi. Ia kembali menghadap anak-anak host club, lalu berkata, “Sekali lagi kami minta maaf. Permisi…”

“Matte!” Tamaki tiba-tiba bersuara. “Kalian main tenis?” tanyanya.

“Iya! Sebenarnya kami sedang mengadakan training camp. Tapi lapangan tenisnya jelek sekali,” keluh Eiji.

“Eiji!” Ooishi lagi-lagi menegur temannya yang polos itu.

“Souka, souka. Bagaimana kalau kalian bertanding tenis dengan kami?” Tamaki menyerukan tantangan pada anak-anak Seigaku.

“HAAH??” Semua yang ada di sana memberikan respon yang sama saat mendengar tantangan Tamaki.

Melihat respon itu, Tamaki memasang jurus andalannya: ‘puppy eyes’. “Mau ya? Mau ya?? Mau ya???” pintanya. Keenam anggota host club yang lain berpandangan.

“Hum…Kelihatannya menarik juga,” kata Hikaru.

“Yaa…daripada tidak ada kerjaan. Bosan,” kata Kaoru.

 “Aku juga mau main tenis~” kata Hunny. Mori hanya diam seperti biasa. Semua juga tahu, Mori akan setuju kalau Hunny setuju.

“Tapi aku…”

“Kalau begitu, sudah ditetapkan akan bertanding, ya…” Kyouya memotong perkataan Haruhi, membuat Haruhi tidak berani membantah.

Giliran anak-anak Seigaku yang berpandangan. Masa’ mereka harus melawan amatiran begitu?

“Ano… Karena lapangannya dari tanah, aku pikir mungkin kalian akan kesulitan…” Ooishi berusaha membuat para anggota host club berubah pikiran.

“Tenang saja. Di belakang vila ini ada lapangan tenisnya kok,” kata Tamaki.

“Hontou?! Sugee!! Aku mau main! Aku mau main, nyaa~!” Eiji melompat-lompat bersemangat.

Ooishi menatap anggota Seigaku yang lain.

“Kedengarannya seru,” kata Momo.

“Maa…menarik juga,” kata Fuji.

“Fshh..” <- Kaidoh tentunya.

“Mungkin aku akan mendapat data yang bagus,” tambah Inui.

“Yah, aku sih setuju saja,” kata Taka-san.

“Merepotkan…” gumam Ryoma.

“Baiklah. Kami terima tantangan kalian,” kata Ooishi sambil menyalami Tamaki.

 

***

 

~Di Kubu Ouran~

“Tapi Senpai, aku tidak bisa main tenis…” kata Haruhi.

“Tenang saja Haruhi, aku akan melindungimu karena kita akan bermain ganda!” kata Tamaki mantap.

“Iyada yo, Touno~” Hitachiin Brothers tiba-tiba menyela.

“Lowongan untuk pemain ganda sudah penuh,” kata Hikaru.

“Touno dan Haruhi harus bermain tunggal,” tambah Kaoru.

“Ta-tapi Haruhi belum bi..”

“Memangnya kita bisa memisahkan mereka berdua?” Si kembar memutus kata-kata Tamaki dan menunjuk Hunny dan Mori.

“Kalau begitu kalian berdua yang harus berpisah!!”

“Iyada yo~”

“Baka Touno. Apa kau tidak mengenali mereka? Mereka itu pasangan emas yang terkenal sampai tingkat Nasional lho!” Hikaru menunjuk Eiji dan Ooishi.

“Pasangan yang tidak kompak tidak mungkin bisa melawan mereka,” tambah Kaoru.

“Karena itu…Kami yang akan melawan mereka!” Hitachiin Brothers berkata sambil menyeringai.

Akhirnya, setelah memikirkan masak-masak, mereka berhasil menentukan urutan pemain:

Ganda 2   :  Hunny-Mori

Ganda 1   :  Hikaru-Kaoru

Tunggal 3 :  Haruhi

Tunggal 2 :  Kyouya

Tunggal 1 :  Tamaki

“Yosh! Ayo nikmati pertandingan ini!” seru Tamaki.

“Ou!”

 

***

 

~Di Kubu Seigaku~

“Bagaimana? Mereka kelihatannya hanya amatiran,” kata Momo.

“Kita tidak boleh meremehkan mereka. Mereka orang kaya dan punya lapangan tenis sendiri di vila mereka. Mungkin saja mereka latihan tiap hari,” kata Ooishi.

“Lalu, siapa yang tidak akan keluar di pertandingan ini, nyaa~?” tanya Eiji.

“Aku saja. Aku malas,” kata Ryoma seraya ngeloyor pergi. Tapi kerah bajunya langsung ditarik oleh Ooishi.

“Sudah kubilang kita tidak boleh meremehkan mereka. Kamu juga harus tampil sebagai tiang penyangga Seigaku!”

“Ja…Kalau begitu, aku jadi wasit,” kata Inui.

Akhirnya urutan pemain Seigaku berhasil ditetapkan:

Ganda 2   :  Taka-Momo

Ganda 1   :  Eiji-Ooishi

Tunggal 3 :  Kaidoh

Tunggal 2:  Fuji

Tunggal 1 :  Ryoma

“Seperti kata Tezuka, ‘YUDAN SEZU NI IKOU’!” seru Ooishi.

“Osh!”

 

***

 

“Pertandingan pertama, Ganda 2, Haninozuka dan Morinozuka dari Ouran melawan Kawamura dan Momoshiro dari Seigaku. Pertandingan dimulai!” Inui sebagai wasit memberi aba-aba.

Hunny segera mengambil posisi di depat net sementara Mori menjaga daerah belakang. Entah karena meremehkan Hunny atau karena kekuatan mereka yang terlalu berlebihan, pasangan ganda Seigaku selalu melayangkan pukulan-pukulan ke zona belakang. Meskipun demikian, Mori selalu bisa membalas serangan Seigaku.

“You’re pretty strong, Baby!” seru Taka-san sambil melayangkan pukulan dengan tenaga penuh. Tapi orang tanpa ekspresi itu bisa mengembalikannya dengan mudah.

“Argh! Aku ingin mengeluarkan dunk smash ku!!” kata Momo. Ia sebal karena sejak tadi Mori tidak pernah memukul lob. “Cepat keluarkan lob!” kata Momo. Malah ia sendiri yang memukul lob.

“Takashi! Serahkan ini padaku!” Hunny tiba-tiba berkata.

“Hee? Anak mungil itu mau mencoba memukul bola setinggi itu?” Ooishi menatap Hunny tak percaya.

Hunny berlari ke arah Mori, lalu menginjakkan kakinya di tangan Mori sebelum Mori melemparnya.

“Huwaah! Gerakan itu…” Momo menatap Hunny yang ‘terbang’ tinggi.

“Momo! Jangan lengah!” seru Taka-san.

“Usa-chan’s Beam!” Seru Hunny sambil memukul sekuat tenaga.

“Aah!! Curang! Itu kan nama jurusku!” protes Eiji. Tapi tak satupun yang mendengarkannya.

“Yosh! Akan kupu..”

DUAK!

Rupanya pukulan Hunny terlalu cepat sehingga menghantam wajah Momo sebelum Momo benar-benar siap memukul.

“Wua! Momo! Oi, Momo! Daijoubu?” Taka segera menghampiri Momo yang tergeletak di lapangan.

“Powernya…kuat…sekali..” Momo bergumam setengah sadar.

“Atarimae da. Hunny-senpai kan ahli bela diri,” kata si kembar. Sedetik kemudian Momo benar-benar pingsan.

“Euh… Karena Seigaku tidak bisa melanjutkan pertandingan, maka pertandingan ganda 2 dimenangkan oleh Haninozuka dan Morinozuka dari Ouran,” kata Inui.

 “Waii!! Menang~” Hunny melompat senang.

“Yay!” Si kembar dan Tamaki bersorak.

“Kita…menang?” kata Haruhi agak tidak percaya.

“Maji desu ka?” Eiji benar-benar tak percaya.

“Fsshh… Aitsu no baka!”

“Hm..Mungkin ini yang disebut karma, ya?” kata Fuji sambil tersenyum geli. (Ahiru: *teriak2 di belakang* Pembalasan! Pembalasan!)

Hasil: 1-0 untuk Ouran

 

***

 

“Pertandingan kedua, ganda 1, Hitachiin Brothers dari Ouran melawan Kikumaru dan Ooishi dari Seigaku.”

“Yoroshiku onegaishimasu.” Ooishi berkata sebelum bertanding.

“Haaii~”

Pertandingan antara Hitachiin Brothers dan Golden Pair berlangsung cukup sengit. Rupanya Golden Pair benar-benar tidak bisa meremehkan si kembar. Mereka jago!

“Aku tidak tahu kalau mereka jago main tenis,” kata Tamaki kaget.

“Kudengar mereka juga suka baca The Prince of Tennis,” kata Kyouya.

“Dakara?” pikir Haruhi.

“Kami akan mengalahkan kalian, Golden Pair!” Hitachiin Brothers berseru kompak sambil menyeringai.

“Coba saja kalau kalian bisa!” Golden Pair tak kalah kompak.

“Yosh! Twin Smash!” Hitachiin Brothers tiba-tiba memukul bersmaan, membuat bola melaju dengan cepat sehingga Eiji dan Ooishi yang agak kaget tidak sempat membalikkannya.

“Hika-chan to Kao-chan kakkoii!” seru Hunny.

“Oi, itu kan…” Haruhi sweatdrops.

(Eiji: *protes* EMANGNYA INI KOMIK TSUBASA?!

Author: suka-suka author donk!)

“Bagus Kaoru! Jurus kita tak akan terkalahkan!” kata Hikaru. Kaoru mengangguk.

“Sepertinya kita memang tak boleh lengah, Eiji,” kata Ooishi.

“Un, nyaa~ Tapi ini baru permulaan, nyaa~” kata Eiji.

Pertandingan kembali berlangsung sengit. Tetapi lama kelamaan Hitachiin Brothers kelihatan kewalahan juga. Biar bagaimanapun Golden Pair kan masuk tingkat nasional!

“Kikumaru Bazoka!” Eiji mengeluarkan salah satu jurus andalannya.

“Tidak akan kubiarkan!” Hikaru mempersiapkan diri untuk mengembalikan pukulan Eiji, tapi ternyata….

DUGH!

“Itai!”

Bola yang dipukul Eiji mengenai ujung raket Hikaru, membuat arah bola berbelok dan menghantam kepala Kaoru.

“Kaoru! Daijoubu?” Hikaru segera menghampiri Kaoru dengan wajah khawatir.

“Fuuh.. Untung dia nggak pingsan, nyaa~ Pertandingannya kan lagi seru,” kata Eiji lega.

“Un. Daijoubu,” kata Kaoru sambil tersenyum.

“Gomen ne, Kaoru. Ah! Kepalamu benjol!” kata Hikaru saat menyentuh kepala Kaoru yang terkena bola.

“Itai! Hikaru no baka!”

“Kita harus ke rumah sakit!” perintah Hikaru.

“Boku wa hontou daijoubu desu! Lagipula, pertandingan belum selesai.”

“Aku tidak peduli dengan pertandingannya! Yang aku pedulikan hanya kamu, Kaoru!” Hikaru membenamkan kepala Kaoru ke dalam pelukannya.

“Hikaru…”

SIIIIIING~ Semua menonton adegan ‘brotherly love’ itu dalam diam. Sweatdrops…

“Eh..Euh..Itu adegan yang..er…mengharukan. Tapi bagaimana dengan pertandingannya?’ Inui memecah keheningan.

“Kami berhenti,” kata Hikaru.

“HEE??”

“Tapi Hikaru…”

“Kaoru! Aku tidak mau mendengar bantahanmu! Aku khawatir, Kaoru…”

“Hikaru…”

“Kaoru….”

Kedua anak kembar itu kembali berpelukan di lapangan.

“Ano… Yah… Um, kalau kalian sudah memutuskan begitu, bisa kalian menyingkir dari lapangan supaya pertandingan selanjutnya bisa dilanjutkan?” kata Inui.

“Haaiii~” Hitachiin Brothers keluar dari lapangan sambil tersenyum.

“Mereka itu serius atau tidak, sih?” gumam Haruhi sweatdrops.

“Huwee~ Padahal kan aku belum puas main, nyaa~” keluh Eiji.

Hasil: 1-1

_______________________________________________

bersambung ke part 2...

27 comments:

  1. *ngakak*
    parodinya ampe Tsubasa sgala,,, xD

    ReplyDelete
  2. wakakakakakakak

    *keplak oishii*

    dasar!
    mentang2 juara nasional ngeremehin host club!
    XDDD

    *ngakak*

    hayyah kenapa ryoma nya cuman satu kata doang XDDD

    ReplyDelete
  3. uoooo ryoma jadi tunggal 1!!!

    *baca kallu ada yang menarik langsung comment*

    ReplyDelete
  4. wakakakakkkkakakakaka

    usa's chan beam????!!!!


    wahahahahahahhhaha

    ReplyDelete
  5. Kiri>> hwehehe... terinspirasi dari With!

    ReplyDelete
  6. “Kudengar mereka juga suka baca The Prince of Tennis,” kata Kyouya.>> alagh! XDDDD

    ReplyDelete
  7. “Kaoru! Daijoubu?” Hikaru segera menghampiri Kaoru dengan wajah khawatir.

    “Fuuh.. Untung dia nggak pingsan, nyaa~ Pertandingannya kan lagi seru,” kata Eiji lega.

    “Un. Daijoubu,” kata Kaoru sambil tersenyum.

    “Gomen ne, Kaoru. Ah! Kepalamu benjol!” kata Hikaru saat menyentuh kepala Kaoru yang terkena bola.

    “Itai! Hikaru no baka!”

    “Kita harus ke rumah sakit!” perintah Hikaru.

    “Boku wa hontou daijoubu desu! Lagipula, pertandingan belum selesai.”

    “Aku tidak peduli dengan pertandingannya! Yang aku pedulikan hanya kamu, Kaoru!” Hikaru membenamkan kepala Kaoru ke dalam pelukannya.

    “Hikaru…”

    SIIIIIING~ Semua menonton adegan ‘brotherly love’ itu dalam diam. Sweatdrops…





    >> najis XDDDDD

    ReplyDelete
  8. “Kaoru! Daijoubu?” Hikaru segera menghampiri Kaoru dengan wajah khawatir.

    “Fuuh.. Untung dia nggak pingsan, nyaa~ Pertandingannya kan lagi seru,” kata Eiji lega.

    “Un. Daijoubu,” kata Kaoru sambil tersenyum.

    “Gomen ne, Kaoru. Ah! Kepalamu benjol!” kata Hikaru saat menyentuh kepala Kaoru yang terkena bola.

    “Itai! Hikaru no baka!”

    “Kita harus ke rumah sakit!” perintah Hikaru.

    “Boku wa hontou daijoubu desu! Lagipula, pertandingan belum selesai.”

    “Aku tidak peduli dengan pertandingannya! Yang aku pedulikan hanya kamu, Kaoru!” Hikaru membenamkan kepala Kaoru ke dalam pelukannya.

    “Hikaru…”

    SIIIIIING~ Semua menonton adegan ‘brotherly love’ itu dalam diam. Sweatdrops…





    >> najis XDDDDD

    ReplyDelete
  9. huaaaa


    kasian eijiiii XDDD

    lanjut haruna chan

    ReplyDelete
  10. Bwahahaha.... Hitachiin terkenal dengan brotherly love-nya sih.. jadi itu MESTI keluar. XD


    Iyah... sebenernya yg Haruhi vs Kaidoh uda ditulis.. tapi masih bingung ma Kyouya vs Fuji.. DX
    Mungkin besok uda aku post semwanya... er...mungkin lho... ;p *dijitak*

    ReplyDelete
  11. *guling2 di kasur*
    nyahahahaha!
    Lucu!
    Kapan bikin lanjutannya?

    ReplyDelete
  12. Yokatta naa~
    Ru pikir ga bakal lucu ^^;;;

    Secepetnya kok. Tapi paling cepet besok malem (besok kul ampe maghrib.. T_T ) cz skarang masih mikirin Kyouya vs Fuji...

    ReplyDelete
  13. Nyan,
    2 orang "setan" mau tanding yak, pasti seru d0nk!
    Hehehe,
    gapapa koq ru neechan*gapapa kan aq panggil neechan? Soalnya tua'an ru neechan dari aq*
    aq tetep nungguin penpiknya koq he3

    ReplyDelete
  14. jadi pengen punya malu dipanngil neechan.... *digaplok*
    hwehehe... iyah.. sankyuu nyaa~..

    ReplyDelete
  15. Dou itashimashite nya~*eiji m0dE 0n xD*

    ReplyDelete
  16. he? emangnya di With ada parodinya gitu?
    *bengong*

    ReplyDelete
  17. Fiki>> itu lho, waktu 2 orang bodoh yg suka ngikutin Saruhiko bilang mereka bisa LAP TWIN SHOOT kayak yang di Tsubasa....

    Yuujin>> are? imut??

    ReplyDelete
  18. *mikir*
    ...............
    ...............
    ooohhhh~ aq taw,,, yang 2kohei aneh yang manggil cwenya Imoutogo kan?
    *ngakak*

    ReplyDelete
  19. Yupz! Dua cowok bodoh itu!
    Tapi mereka juga lucu kok...

    2 cowo bodoh (ga tw namanya) : ANEGO!
    Saruhiko : Dia itu imouto tau!
    2 cowo bodoh: IMOTOUGO!

    Hwahaha... bodoh banget!

    ReplyDelete
  20. *ngakak gulingguling*
    iy tuh,, ancur bgt~ xD

    ReplyDelete
  21. na-nanda sore????(@_@)
    lagi-lagi...
    lagi-lagi....

    mori sempainya cuma jadi pemain selewat?????


    akh!!!! zu benci!!!!!!

    *klo zu disitu*
    "mori sempai, capek ya??nih minuman pemanbah energi...."
    *mijitin mori sempai-sambil melihat hitachin brother *
    "ukh!!!!! zu merinding...."

    ReplyDelete
  22. gyahaha..
    gomen na, Zu...
    Seperti yang kau tau sendiri... Susah bikin tu satu cowo eksis... ;p

    ReplyDelete
  23. *ngakak*
    btw senpai lebih seru klo sitezuka ikutan hoho

    ReplyDelete
  24. Hehehe... Ntar aku bingung dia mau diapain, Chi..
    Jadinya nggak aku keluarin deh.. ;p

    ReplyDelete