Sunday, March 2, 2008

[Fanfic] EnYanagi

FF ni terinspirasi dari wawancara Yuuyan-nii dan Yanyan-nii tentang pertama kali mereka ktemu. Berhubung ini baru skalinya Ru bikin FF yang berdasarkan kisah nyata,maklumin aja kalo ada yang aneh yah... Terus, kalo time line nya juga aneh & lompat-lompat jauh, maap-maap aja deh... hehehe... Comment yup!

====================================================

Pandangan Yanagi menyapu aula itu. Ternyata yang mengikuti audisi cukup banyak juga. Sebagian besar orang dewasa dan sudah pernah ia lihat entah di majalah, televis, atau stage play lain. Ia jadi agak gugup.

Tiba-tiba mata Yanagi menangkap sosok yang postur tubuhnya hampir sama dengannya. Sepertinya anak itu seumuran dengannya. Entah mengapa, Yanagi menjadi tenang saat melihat anak laki-laki itu. Mungkin karena akhirnya ia bisa menemukan orang yang seumuran dengannya, berjuang bersamanya —walaupun secara tidak langsung—.

 

Yuuya melirik anak laki-laki yang sedang serius memperhatikan peserta audisi yang sedang unjuk kemampuan. Yuuya menghela napas lega. Sejak tadi, ia merasa anak laki-laki itu memandanginya, membuatnya gugup. Kali ini, tanpa sadar, ia gantian memandangi anak itu.

Anak laki-laki itu terlihat sebaya dengannya, atau mungkin lebih muda —melihat wajah imutnya—. Tadi Yuuya sudah melihat audisi anak itu. Menurutnya, anak itu hebat. Terutama dance-nya! Yuuya mana mungkin bisa dance seperti itu. Suaranya juga lumayan.

 

Yanagi memperhatikan audisi Yuuya dengan serius.

‘Dance-nya lumayan, walau agak kaku. Suaranya juga. Kalo boleh jujur sih, diantara orang-orang dewasa di sini, cuma aku dan dia yang kayaknya cocok jadi Ryoma. Bukan bermaksud buruk, tapi kan cuma kami yang tampangnya imut-imut.’

Yanagi terkikik geli saat menyadari kenarsisannya sendiri. Tiba-tiba Yuuya memandangnya, mambuat mata mereka bertatapan sesaat.

“Ups!” Yanagi cepat-cepat menghentikan kikikkannya. ‘Jangan sampe dia ngira aku ngetawain dia,’ pikirnya.

Yuuya sendiri langsung merasa down saat melihat Yanagi terkikik. ‘Apa penampilanku seburuk itu?’ Ia shock.

 

***

 

“Hei, kau pulang ke arah stasiun juga?”

Yuuya terkejut disapa tiba-tiba seperti itu. Ternyata anak yang tadi menertawakannya. Yuuya hanya mengangguk.

“Ore wa Yanagi Kotaro da. Omae wa?”

“Endou Yuuya desu. 15 sai desu.” Yuuya langsung terkesiap saat menyadari kebodohannya sendiri. Saking gugupnya, ia sampai menyebutkan usianya. Buat apa coba?

“Wah, ternyata setahun lebih muda dariku, ya? Aku 16, lho!” seru Yanagi. Saat melihat ekspresi tak percaya Yuuya, ia menambahkan, ”Banyak yang  ngira aku lebih muda sih. Soalnya, tampangku imut-imut kan?”

“Ah, um…” Yuuya hanya bergumam tidak jelas, membuat Yanagi malu sendiri. Padahal ia tidak biasa membanggakan diri di depan orang yang baru ia kenal seperti ini. Ia kan hanya bermaksud mencairkan suasana.

“Endou-kun sering main film ya?” tanya Yanagi, teringat ketenangan Yuuya saat berakting sedikit waktu audisi tadi.

“Baru beberapa kali, kok. Tapi kalau stage play belum pernah sama sekali,” jawab Yuuya.

Yanagi melongo. ‘Kok nih anak ngomongnya pake bahasa sopan banget sih?’ pikirnya. ‘Jangan-jangan…dia marah gara-gara ngira aku ngetawain dia!’

“Mm…Menurutmu, kita punya kesempatan kepilih nggak?” Yanagi mencoba membuat Yuuya bicara lebih banyak.

“…mungkin…”

Yanagi sudah ingin menangis mendengar jawaban Yuuya. Tapi ia masih belum mau menyerah!

“Ne, ne, kau tau nggak, kenapa anak babi jalannya nunduk?” Tanya Yanagi lagi. Melihat Yuuya memasang wajah ‘tidak tahu’, ia memutuskan untuk menjawab sendiri. “Soalnya dia malu punya orang tua babi. Hahaha…ha….”

SIIING~

Kali ini Yanagi benar-benar ingin menangis rasanya melihat Yuuya tidak merespon apa-apa. Tapi tiba-tiba Yuuya tersenyum geli.

‘Anak yang aneh,’ pikir Yuuya saat itu.

Yanagi jadi ikut tersenyum. Kemudian ia kembali melontarkan lelucon-lelucon aneh yang terkadang membuat Yuuya kembali tertawa —walaupun tawanya masih terkesan sopan— sampai mereka berpisah di stasiun.

 

***

 

Yanagi bersorak senang saat mendengar hasil audisi. Ia diterima sebagai pemeran Ryoma, sesuai perkiraannya.

‘Ah, anak itu nggak kepilih, ya,’ pikirnya agak kecewa.

 

Yuuya tersenyum tipis saat tahu bahwa Yanagi lolos audisi.

‘Yappari…’ pikirnya. Tapi sebenarnya ia cukup kecewa juga karena tidak terpilih. ‘Mau bagaimana lagi. Ini musikal dan dia memang lebih cocok untuk itu,’ kata Yuuya pada dirinya sendiri.

 

***

 

Sekitar setahun setelah audisi itu, Yanagi terbangun dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya. Ia hampir tidak dapat bergerak. Saat ia mendapat penjelasan bahwa ia tertabrak mobil dan tidak sadarkan diri selama 2 minggu, ia ingin menangis. Ia ingin menanyakan bagaimana dengan Tenimyu yang akan berlangsung berikutnya, ia juga ingin minta maaf karena mengacaukan semuanya, tapi ia sendiri merasa kesulitan untuk bicara.

Saat managernya menjelaskan bahwa Tenimyu akan tetap berlangsung tanpanya ­—dengan Kimeru sebagai penggantinya, Nagayama sebagai Fuji, dan Ichitaroh sebagai Kikumaru­—, ia merasa sedikit lega. Tapi tentu saja ia tetap menyadari kebodohannya.

Ketika mendengar prediksi dokter bahwa ia mungkin akan menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur, ia benar-benar shock. Ia punya mimpi untuk jadi seorang dancer! Dan ia tidak mau menyerah begitu saja!

Saat itu juga, ia bertekad untuk berdiri lagi, untuk kembali ke panggung lagi.

 

***

 

Yanagi terkejut sekaligus senang saat mendengar bahwa Yuuya akan menggantikannya selama ia dalam masa pengobatan.

“Boleh aku minta alamat e-mail Endou-kun?” pinta Yanagi pada managernya. Dan ketika ia berhasil mendapat alamat e-mail Yuuya, ia segera mengirimkan pesan.

‘Berusahalah yang terbaik sebagai Ryoma! –Yanagi-‘ tulisnya. Lalu ia mengirimkan e-mail itu seraya tersenyum.

 

Yuuya agak kaget saat menerima e-mail dari Yanagi. Sudah sekitar setahun sejak ia bertemu dengan Yanagi dan mereka tidak pernah berhubungan lagi. Sebenarnya ia sangat terkejut saat mendengar kabar mengenai kecelakaan yang dialami oleh Yanagi. Tapi saat ia dipanggil untuk mengisi peran Ryoma dan ia mendengar cerita dari cast lain —terutama TakiEi— tentang kerja keras Yanagi untuk kembali ke panggung, ia benar-benar kagum pada anak itu.

‘Lakukan yang terbaik dengan pengobatanmu!’ Yuuya mengetikkan e-mail itu, lalu dikirimkannya.

Ia sudah bertekad untuk membawakan peran Ryoma sebaik mungkin hingga saatnya ia mengembalikan  peran itu pada Yanagi.

 

***

 

Yanagi tersenyum puas saat membuka bungkusan di hadapannya. Akhirnya DVD Dream Live 1st keluar juga! Ia sudah menunggu-nunggu DVD ini sejak ia mendengar keikutsertaan Yuuya. Sebenarnya ia ingin sekali menonton langsung. Tapi mengingat kondisi tubuhnya yang masih belum bisa bergerak bebas, ia tidak bisa datang. Dan walaupun ia dan Yuuya sudah tergabung dalam D-boys —bersama Ichitaroh juga­—, tapi mereka masih belum terlalu dekat. Apalagi mereka mamang jarang bertemu.

Yanagi menonton DVD itu dengan serius. Ia benar-benar penasaran ingin melihat Ryoma yang diperankan Yuuya. Tapi saat melihatnya, ia benar-benar terkejut. Menurutnya, cara Yuuya menyanyi dan membawakan peran Ryoma mirip sekali dengannya. Tiba-tiba Yanagi merasa begitu dekat dengan Yuuya. Ia pun berencana untuk mencoba lebih banyak bicara dengan parternya itu.

 

***

 

Walaupun Yuuya percaya bahwa suatu saat Yanagi akan kembali ke panggung, tetap saja ia takjub melihat Yanagi. Setelah beberapa lama terkapar di rumah sakit dan melakukan pengobatan ke sana ke mari, akhirnya anak itu bisa kembali ke panggung. Tapi karena gerakannya yang masih sangat kaku, Yuuya bertugas menggantikannya saat menari. Tapi baginya, Yanagi benar-benar hebat!

“Ne, Enya, abis latihan kita mampir ke Starbucks yuk!” ajak Yanagi.

Yuuya tersenyum kecut. Ini sudah yang kesekian kalinya Yanagi mengajaknya ke Starbucks sama-sama, tapi ia tidak pernah bisa memenuhi ajakan itu. Entah karena capek atau…ada jadwal lain, seperti sekarang ini.

“Gomen, ne!  Aku betul-betul nggak bisa. Abis ini ada jadwal syuting,” kata Yuuya.

“Wakatta, wakatta. Enya selalu sibuk,” kata Yanagi sambil pura-pura cemberut. Padahal ia sendiri sadar kalau ia yang punya terlalu banyak waktu luang. Selain latihan untuk Tenimyu berikutnya, kegiatannya hanya olahraga (baca: terapi) di gym center.

“Gomen! Atode ne?” kata Yuuya.

Yanagi tersenyum. “Un, atode.”

 

***

 

Tanpa terasa, sudah 3 tahun sejak pertama kali mereka bertemu. Kali ini mereka sudah benar-benar dekat, seperti saudara. Yuuya sendiri merasa heran dengan hubungan mereka. Waktu pertama kali bertemu dengan Yanagi, ia tidak pernah berpikir kalau ia akan jadi sedekat ini dengan ‘anak aneh’ itu.

EnYanagi.

Yuuya tersenyum sendiri kalau mengingat julukan dari para fans untuk pasangan Yuuya-Yanagi. Julukan itu mulai muncul sejak pertama kali mereka bermain bersama di Side Fudomine, tapi sebenarnya Yuuya baru mendengarnya saat acara D-Live Fansclub Event. Saat itu, ia merasa EnYanagi kedengaran begitu…menyatu.

Setelah dipikir-pikir, walaupun Yanagi sudah berkali-kali mengajaknya hang out, paling-paling ia baru beberapa kali memenuhi ajakan Yanagi. Maklum, tahun lalu ia memang mendapat cukup banyak job. Dan lagi, ia begitu cinta rumah, keluarga, dan juga kucingnya, Chiisuke. Kalau ada waktu luang, ia pasti lebih suka menyempatkan diri untuk beristirahat di rumah. Sekedar bermain dengan Chiisuke misalnya…

Tapi hari ini, tiba-tiba saja ia ingin mengajak Yanagi ke luar. Karena itu, Yuuya meraih handphone nya dan menelepon Yanagi.

“Yanagi, hari ini kau mau ke Starbucks bareng nggak?”

“Eeh? Hari ini?”

“Iya, mumpung aku lagi pengen ke Starbucks nih. Gimana?”

“Ok, ok. Jam berapa?”

Yuuya melirik jam di dinding kamarnya. Jam 11. “Jam 12 gimana? Aku mesti ngurusin Chiisuke dulu, nih.”

“Sekalian aja Chiisuke diajak ke Starbucks!” celetuk Yanagi yang tahu betapa sayangnya Yuuya pada kucingnya itu.

“Sinting!”

Yanagi tertawa mendengar respon Yuuya. “Ya udah, jam 12 ya? Mata ne!”

“Ja, mata!”

Yanagi tersenyum. Baru sekali ini Yuuya mengajaknya, dan ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka itu.

Ia memandang foto mereka berdua saat sama-sama memerankan Ryoma dulu. EnYanagi. Ia sangat suka sebutan itu. Dan ia senang mendapatkan julukan itu bersama dengan Yuuya, si pemalu yang pertama kali bertemu dengannya tiga tahun yang lalu….

*OWARI*

===================================================

Komen, kritik, & saran ditunggu!

28 comments:

  1. itu knapa tebakannya tentang babi??
    gyahahaha~,,,,
    babi dan yanyan yang gembul,,,,, --> entah knapa itu bkin aq senyum2 sdiri,,,
    brarti ada bahan lagi bwat ngatain yana,,, X)

    ReplyDelete
  2. tapi pairing yuuyan nii sama yana kurang,,,
    *ditabok yanyan*

    yana: duh,,, jadi pingin punya malu,,,

    yuyan: *merah padam*

    kiri: ...................

    ReplyDelete
  3. Lha abisnya, kamu aku tanya nggak ngasi lelucon aneh sih...

    OI, OI! Ini emang bukan crita shonen-ai taw!!
    Aku kan cuma mau ngebayangin gimana waktu ptama kali mreka ktemuan..

    ReplyDelete
  4. “Wah, ternyata setahun lebih muda dariku, ya? Aku 16, lho!”

    bukannya lebih tua 2 tahun, ya? (1985 ke 1987)

    eh, ceritanya bagus lho. gw suka banget ma pairing enyana. ^_^

    ReplyDelete
  5. iya..bwat lagi dong...Bagus..bacanya aja bkin ktawa gara2 lyat kepolosan setan starbucks itu..

    ReplyDelete
  6. Nei> soalnya Ru nangkepnya audisinya itu sebelum akhir taun (Yanyan kan ultahnya akhir taun)... ^^;

    Hihihi... sukur deh klo suka. Ru baru skali ini bikin crita bdasar kenyataan soalnya...

    ReplyDelete
  7. abis aq juga gak taw,,,
    ne neeechan, bkin lagi bkin lagi,,,,

    ReplyDelete
  8. lagi tak ada ide...
    kalo yang kita omongin itu... hihihi...
    aku masih bingung..

    ReplyDelete
  9. bikin yang yanagi ma enya foto bareng berdua terbaru itu aja....

    ReplyDelete
  10. BWAHAHAHAHA! XDXDXDXD
    Senangnyaa~ kamu bikin fic Shounen-ai kaya ginii~ BWAHAHAHA! *disambit*

    Baguss! Ceritanya ngalir. Tapi saya sedih pas bagian yanagi kecelakaan~ TT^TT *tangis bombay*

    Bikin lagi doo~ng! Mau Kiriyama Ren~! >,<

    Aah, reply saya di fic kamu sebelumnya, Ma-Maaaph kalau itu menyinggung perasaan kamu..Saya ga maksud buruk..Saya emang bodoh, kalo ngomong spontanitas...Gomen... m(_ _)m

    ReplyDelete
  11. Nyaa~?
    Kn aq uda bilang klo tgantung pandangan yg baca.. Ini aq bikin gara2 bc wawancara mreka. & pndapat2ny btul2 yg mrk bilang di wawancara itu. Misalny yg ktany cara nyanyi & dance Yuuya mrip Yana (emang iya?) trus ktany Yana suka ngajak Yuya k starbucks,tp Yuya sibuk,g bs mulu..

    KiriRen? G tlalu tw ttg dia.. ^^;

    Tak ap..Tak ap..

    ReplyDelete
  12. Adeuuh..Udalah ke Belanda aja EnYana XP

    ReplyDelete
  13. Pernikahan homo kan diterima di sana XP *ditabok*

    ReplyDelete
  14. T_T

    GA BOLEH!! DX DX
    Yuuyan & Yanyan ntu niichanQ!! DX

    ReplyDelete
  15. Hahahaha! XDXD
    Ruchaa~an lagi ol kaah? @,@?

    ReplyDelete
  16. Bagus Ru, manis bgt ceritanya, porsi mereka wajar dan ga berlebihan sama skali, begitulah persahabatan antar cowk, ga perlu neko2..
    Saluuut!! ^o^ ;;

    ReplyDelete
  17. Sankyuu..
    Ru jg pas bc wawancara mreka itu (wkt ntu dpt drmn yh? Lupa!), ksanny "ya ampun,sweet bgt pshbtn mrk. Trus ktmuanny lucu (cz ktany Yan2 yg bawel)" Jd ny Ru lngsng kpikiran mw bikin fic ini d..

    ReplyDelete
  18. PMin dunk wawancaranya, kuw juga mau baca.. @_@ *tatap Ru kira2* masih adakan?

    ReplyDelete
  19. G ad.. ^^;;
    Wktu ntu Ru simpen di hp,tp mmc ny kna virus,jd msti diformat.
    Um,tp g tw d di komp ad ap g. Ntr Ru cb ubek2 file2 lama d. Tp paling cpet ntr mlm cz hr ni ad kgiatan di kmpus..

    ReplyDelete
  20. Iya, ga usah buru2, kuwkan sabar menunggu ^^

    Udah liat pilem Yan2 yang Tadashi no ouji belom? Dorama normal ko, ada renchi, takiguchi, kohei, aiba juga disana..

    ReplyDelete
  21. Uda liat.
    Tp rambut Yan2 super aneh.. ==;
    Ru ksian ama Nagayan & Kawaai dsna. XD *ngakak*

    ReplyDelete
  22. Tapi lucukan? Puas deh ngetawain anak2 myu disana (ato malah sebel lantaran kelakuan mreka dibikin ga banget?)

    ReplyDelete
  23. Ga tlalu sbel c. Ktawa2 mulu malah. Tp Ru sbel c lyt c ktua klaz. Cih,nempel2 Yan2-nii! DX

    ReplyDelete
  24. Ho'oh, dan apaan tuh tangan cewk rambut pita yg nempel2 mami aiba DX

    ReplyDelete
  25. Gyahaha.. Jd inget pas Aiba kejar2an slow motion ma tu ce..
    Aiba: kochi da yo~ hahaha~ *ktawa ala anime shoujo*
    Ce: matte~
    XDDD *ngakak*

    ReplyDelete